Polri Kembali Tercoreng, Bintara di Makassar Tewas Diduga Dianiaya Senior, Korban juga Anak Polisi
Nuryanti February 22, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Nama institusi Polri kembali tercoreng. Setelah anggota Brimob Polda Maluku menganiaya bocah SMP hingga tewas di Kota Tual, Maluku, kini peristiwa serupa justru dialami oleh seorang bintara di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Korban berinisial DP (19) yang merupakan anggota Ditsamapta Polda Sulsel berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) diduga tewas akibat dianiaya oleh seniornya.

Dugaan ini diungkapkan oleh ayah Bripda DP yang juga merupakan polisi, Aipda Muhammad Jabir ketika dirinya melihat darah keluar dari mulut jenazah sang anak.

"Itulah kita mau tunggu hasilnya (penyelidikan) karena ada darah keluar di mulut," katanya pada Minggu (22/2/2026), dikutip dari Tribun Timur.

Aipda Jabir mengaku tidak percaya jika sang anak meninggal dunia karena sakit. Pasalnya, sehari sebelumnya, DP masih baik-baik saja.

Hal itu, sambungnya, dibuktikan dengan korban masih menghubungi sang ibu saat sahur.

"Tadi subuh komunikasi sama ibunya, baikji, tidak pernah bilang sakit," jelasnya.

Baca juga: Usman Hamid Sebut Kasus Kekerasan Oknum Brimob di Tual Maluku Pelanggaran HAM Berat

Lalu, demi memastikan penyebab tewasnya DP, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara, Makassar untuk upaya penyelidikan.

Sementara, Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendy mengungkapkan pihaknya memperoleh laporan bahwa DP meninggal dunia akibat sakit alih-alih akibat penganiayaan oleh seniornya.

"Hasil koordinasi dengan bapak Ditsamapta, dapat laporan pagi, ada kejadian setelah salat subuh artinya ada laporan anggota Ditsamapta Polda Sulsel yang sakit dan dibawa ke rumah sakit," katanya di RSUD Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu.

Namun, Zulham menegaskan pihaknya tetap akan menyelidiki lebih lanjut demi mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban.

Pasalnya ada pengakuan dari pihak keluarga bahwa ada darah yang keluar dari mulut korban.

"Kita Bid Propam mendalami, makanya jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut, baik visum luar maupun visum dalam," jelasnya.

Baca juga: Deretan 3 Kasus Brimob Berujung Korban Tewas, YLBHI: Bukan Sekadar Oknum, Pola Berulang

Zulham menegaskan pihaknya akan mengungkap secara terang semua fakta penyelidikan yang nantinya ditemukan.

"Insya Allah kita akan ungkap kalau memang ada kejadian di luar dari kejadian umum atau mencurigakan, atau kekerasan disitu kita akan luruskan," katanya.

Di sisi lain, Zulham mengungkapkan sudah ada enam orang yang diperiksa terkait kasus tewasnya bintara lulusan tahun 2025 itu.

Selain itu, pihaknya juga masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yakni asrama tempat DP tinggal.

"Iya sementara ada 6 orang diperiksa, kemungkinan akan bertambah. Anggota kita juga lagi memeriksa itu di sana, termasuk kita olah TKP yang ada di tempat ini, di asramanya mereka di mes, ya," ungkapnya.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Timur/Muslimin Emba)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.