Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kota Malang memastikan keamanan pangan selama Ramadan dengan melakukan pemeriksaan sampel makanan dan minuman yang dijual di sejumlah pasar takjil.
Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah masyarakat mengonsumsi produk yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Kota Malang telah mendapat instruksi untuk menurunkan tim kesehatan ke setiap lokasi pasar takjil. Masing-masing puskesmas, kata dia, bertanggung jawab melakukan pemantauan di wilayahnya.
Baca juga: Cilok Jadoel Pasar Tawangmangu di Malang: Nostalgia Rasa 90-an dengan Isian Gajih yang Bikin Nagih
“Tiap puskesmas sudah diberi tugas untuk mengecek lingkungan sekitar pasar takjil,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa pada Ramadan tahun sebelumnya masih ditemukan makanan mengandung pewarna sintetis yang tidak layak konsumsi. Karena itu, pengawasan tahun ini diperketat.
Untuk memudahkan pemeriksaan, Pemkot tengah menata keberadaan sentra pasar takjil agar tidak tersebar terlalu banyak. Menurut Wahyu, pengawasan akan jauh lebih efektif jika pedagang terkonsentrasi di beberapa titik tertentu.
“Kalau lokasi pasar takjil terpusat, pengambilan sampel akan lebih mudah. Kalau tersebar, petugas kesulitan melakukan pengecekan,” katanya.
Pemkot juga mengingatkan para pedagang agar hanya menggunakan bahan baku yang aman dan tidak merugikan konsumen.
Imbauan itu selaras dengan aturan dalam Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 5 Tahun 2026 tentang pelaksanaan kegiatan selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, yang mewajibkan setiap penyelenggara dan pedagang di pasar takjil menjamin keamanan pangan.
Secara terpisah, Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif menyampaikan bahwa jadwal pengujian sampel masih disusun. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan akan menggunakan metode rapid diagnose test, sehingga hasil dapat diketahui dalam waktu 5–10 menit.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kabupaten Malang Selama Ramadan 2026, Lengkap Waktu Imsak
“Tes ini untuk mendeteksi adanya bahan tambahan pangan seperti pemanis, pewarna, pengeras, atau pengawet buatan,” jelasnya.
Jika ditemukan hasil yang mengindikasikan penggunaan bahan berbahaya, petugas Dinkes akan langsung memberi tahu pedagang serta memberikan penjelasan mengenai risiko bahan tersebut dan anjuran untuk tidak menggunakannya lagi.
Arniyal Rozy, seorang pengunjung Pasar Takjil di Taman Krida berpendapat bahwa keamanan makanan sangat penting. Menurutnya, harus ada keterangan bebas bahan berbahaya di makanan yang dijual di Pasar Takjil.
"Jadi ketika pengunjung masuk, sudah bisa baca keterangan kalau makanannya aman," terangnya.
Rozy punya tips sendiri agar tetap aman memilih makanan. Setiap kali datang ke Pasar Takjil, ia tidak akan membeli makanan yang warnanya mencolok. Ia juga tidak akan mengonsumsi makanan maupun minuman yang rasanya berlebihan.
"Kebetulan ini puasa sekaligus diet, jadi yang dipilih ya makanan berserat tinggi dan protein. Saya lebih suka yang dibakar," paparnya.
Menurut Rozy, makanan yang warnanya sangat mencolok dan rasanya sangat berlebihan pasti memiliki paduan bahan kimia. Sebagai pembeli, konsumen tidak tahu bahan yang digunakan penjual untuk mempercantik tampilan atau mengubah rasa makanan tersebut.