Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Kawasan Stadion Gelora Bangkalan Madura
Samsul Arifin February 22, 2026 10:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Ahmad Faisol

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Pohon tumbang di jalur jogging sisi Selatan komplek Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Minggu (21/2/2026) sekitar pukul 15.16 WIB. 

Tumbangnya pohon berukuran sedang itu semakin menegaskan, cuaca ekstrem di Kabupaten Bangkalan dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya beranjak. 

Berdasarkan rilis Kewaspadaan Cuaca Ekstrem dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Juanda yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat-sedang, banjir, tanah longsor, dan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga satu pekan ke depan.

"Kabupaten Bangkalan bersama sejumlah daerah di Jawa Timur mewaspdai potensi cuaca ekstrem terhitung 21 hingga 28 Februari. Hujan lebat yang diawali dengan angin kencang sore ini telah menumbangkan satu pohon di kawasan SGB," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Moh Zainul Qomar kepada TribunJatim.com. 

Baca juga: Resahkan Warga, Aksi Balap Liar Jelang Sahur di Jalan Raya Bangkalan Dibubarkan

Cuaca Ekstrem hingga 28 Februari

Qomar menjelaskan, seluruh wilayah di Jawa Timur saat ini memsuki hujan.

Beberapa wilayah di antaranya, diprediksi dalam delapan hari ke depan masih mengalami puncak musim hujan dan berpotensi terjadinya peningkatan cuaca ekstrem.  

Kondisi ini, lanjutnya, merupakan dampak dari aktifnya Monsun Asia dan diperkirakan memicu terjadinya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency, Madden Jullian Oscillation dan Gelombang Rossby yang akan melintasi wilayah Jawa Timur. 

"Akibatnya, atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas lebat-sedang, disertai angin kencang dan sambaran petir," jelas Qomar.

Ia memaparkan, terjadinya peningkatan cuaca ekstrem akann berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Karena itu, Qomar mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak selama 8 hari ke depan. 

Rekomendasi BMKG Juanda 

Potensi terjadinya cuaca ekstrem dalam 8 hari ke depan patut diwaspadai masyarakat. Untuk menghindari kejadian yang bedampak serius, BMKG Juanda mengeluarkan 4 poin rekomendasi yang bisa menjadi perhatian masyarakat dan pemeirntah daerah . 

1. Masyarakat diimbau menghindari daerah rawan bencana longsor dan abnjir, mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode peringatan dini. Terutama pada siang atau malam hari serta mempersiapkan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi terjadinya bencana.

2. Pemerintah daerah dan masayarakat diimbau untuk memperhatikan sistem drainase serta kondisi saluran dan resapan air agar dapat menampung curah hujan dengan intensitas tinggi.

3. Musim hujan merupakan kesempatan yang tepat unttuk menanam pohon sebagai langkah investasi lingkungan untuk masa depan. Karena dapat membantu dalam upaya mengurangi bencana banjir, menguatkan tanah, dan menambah resapan air. 

4. Masyarakat dan selurh piha terkait diminta terus memantau perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG melalui Aplikasi Mobile Phone INFO BMKG, SMS Blasting BMKG-KOMDIGI, media sosial dan berbagai kanal informasi INFO BMKG serta Call Centre 196. 

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Moh Zainul Qomar mengungkapkan, hingga petang ini hujan dengan intensitas tinggi sudah berangsur turun menjadi gerimis, Meski demikian, Peirngatan Dini Hujan periode tiga harian BMKG Juanda menyebutkan, hujan disertai sambaran petir masih berpotensi terjadi pada besok, Senin (23/2/2026). 

"Selain pohon tumbang di kawasan SGB sore ini, terdapat pula pohonn tumbang meski berukuran kecil di Perumahan Nilam. Personel kami sedang melakukan evakusi untuk membuka kembali akses jogging track di kawasan SGB,"  pungkas Qomar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.