TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PROBOLINGGO – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Probolinggo tidak hanya merendam kawasan permukiman dan jalur Pantura, tetapi juga memukul telak sektor pertanian warga, Minggu (22/2/2026) dini hari.
Salah satu tempat penggilingan padi milik Herianto, di Desa Matekan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo turut menjadi korban amukan air bah. Ratusan ton hasil tani ikut menjadi sasaran banjir.
"Tidak hanya rumah warga dan fasilitas umum saja, tapi beberapa bangunan seperti gudang penggilingan milik saya juga terdampak," kata Herianto.
Derasnya luapan air sungai, menurut Herianto langsung menghantam keras tembok pembatas area penggilingan hingga akhirnya jebol.
Baca juga: Polisi Tangkap 1 Pencuri 7 Koper Milik Turis Asal Thailand di Gunung Bromo
"Akibatnya, air cepat masuk dan mengenai ratusan ton gabah serta padi yang tersimpan di dalamnya. Sejumlah hasil pertanian mengalami kerusakan akibat terendam lumpur dan air banjir," ungkapnya.
"Kami sempat meminta pihak kecamatan untuk melakukan normalisasi sungai di sekitar lokasi penggilingan sebelumnya. Namun permintaan itu tak diindahkan hingga terjadi luapan air," pungkas Herianto.
Merespons situasi darurat ini, upaya penyelamatan aset pertanian warga segera dilakukan. Ratusan ton komoditas yang masih bisa diselamatkan langsung dievakuasi ke Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) yang berlokasi di Kraksaan.
Berdasarkan data di lapangan, total hasil pertanian yang berhasil dievakuasi ke gudang SRG Kraksaan mencapai 300 ton, yang terdiri dari 200 ton gabah dan 100 ton beras jadi.
Pengelola SRG Kraksaan, Prabowo, membenarkan adanya evakuasi darurat tersebut. Pihaknya langsung merespons cepat untuk menyelamatkan komoditas pangan warga agar kerugian tidak semakin membengkak.
Baca juga: 104 Perumahan di Jember Rawan Bencana Banjir, Belasan Perumahan Berdiri di Bantaran Sungai
"Kami dari pihak SRG turut membantu mengevakuasi hasil tani tersebut ke gudang yang lebih aman dari jangkauan banjir," ujar Prabowo.
Langkah evakuasi ini diharapkan dapat meminimalisir kerugian materiil para petani dan pengusaha penggilingan padi di Desa Matekan yang terdampak parah akibat cuaca ekstrem hari ini.
(Ahsan Faradisi/TribunJatimTimur.com)