TRIBUNJATIM.COM - Selama menjalani puasa di bulan Ramadan, sahur menjadi momen penting yang dianjurkan bagi umat Muslim.
Dengan makan sahur, tubuh memperoleh energi yang cukup untuk menjalani puasa sepanjang hari.
Saat sahur, banyak orang bertanya apakah ada doa khusus yang harus dibaca.
Sebenarnya, tidak ada doa khusus untuk sahur yang tercantum dalam kitab-kitab hadits maupun fiqih klasik.
Dikutip dari kompas.tv, dalam literatur fiqih terkemuka seperti Fiqih Empat Madzhab, Fiqih Sunnah, maupun Fiqih Islam wa Adillatuhu, hanya doa berbuka puasa yang dicantumkan secara spesifik.
Dengan demikian, yang dianjurkan saat sahur hanyalah membaca basmalah sebelum mulai makan, sama seperti saat makan pada umumnya.
Niat puasa tetap harus dilafalkan dalam hati, namun tidak ada doa sahur yang diwajibkan secara khusus.
Baca juga: Hukum Kirim Stiker Doa di WhatsApp saat Ramadan, Apakah Bernilai Ibadah?
Dengan demikian, doa sebelum makan sahur sama dengan doa sebelum makan. Yakni:
Bismillah
Terjemahannya:
“Dengan menyebut nama Allah”
Membaca basmalah ini berdasarkan hadits shahih:
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala. Dan jika ia lupa, hendaklah ia membaca ‘Bismilaahi awalahu wa aakhirahu’” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud)
Sedangkan doa yang lebih populer namun dipersoalkan keshahihannya adalah:
Allohumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar
Terjemahannya:
“Ya Allah, berkahilah untuk kami apa yang Engkau karuniakan kepada kami dan peliharalah kami dari adzab neraka” (HR Imam Malik dalam Al Muwatha’)
Baca juga: Tata Cara Berbuka Puasa Sesuai Sunah Rasul, Agar Ibadah Ramadan Semakin Berkah
Selain itu, perlu membaca niat puasa Ramadan supaya puasa menjadi sah.
Niat Puasa Ramadan bacaannya adalah sebagai berikut:
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'aala.
Terjemahannya:
"Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Bagi yang khawatir lupa akan niat akan berpuasa esok hari, bisa niat dalam hati sebelum tidur.
Membaca niat puasa Ramadan bisa dilakukan setelah menjalankan salat Isya, Tarawih maupun saat sahur.
Dikutip dari kompas.tv, dalam sahur, ada waktu terbaik berdoa (doa mustajab).
Ketika sahur tiba malaikat turun ke bumi dan ikut mengaminkan doa-doa dari mereka yang memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Untuk itulah, Rasulullah begitu menganjurkan sahur ini sebagai sarana agar berpuasa jadi kuat.
Doa sahur juga juga dilantukan agar kita dapat berkah.
Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad bahkan dianjurkan, begitu pentingnya sahur ini dan banyaknya keberkahan di dalamnya.
"Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat berselawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur)," (HR Ahmad).
Maka dari itu, sebelum sahur, alangkah baiknya ketika bangun maka diawali dengan ibadah malam (Qiyam Ramadan) terlebih dahulu.
Mulai dari salat tahajud, ditutup dengan witir.
Bisa juga dengan dengan salat hajat, lantas berdoa.
Waktu tersebut, di sepertiga akhir malam sebelum subuh, merupakan waktu terbaik berdoa.
Semoga Allah SWT mengabulkan doa-doa kita semua dan memberi berkah kepada kita di bulan suci Ramadan ini. Amin. Wallahu a'lam.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa di Kota Malang Selama Ramadan 2026, Lengkap Waktu Imsak