TRIBUNNEWS.COM - North London Derby (NLD) atau Derbi London Utara Liga Inggris resmi milik si 'Merah' Arsenal tadi malam, Senin (23/2/2026) dini hari WIB.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Premier League, Arsenal memenangkan lima pertandingan berturut-turut melawan seteru abadi, Tottenham.
"London Utara belum pernah semerah ini," bunyi pernyataan Squawka.
Arsenal tidak terkalahkan oleh Tottenham dalam 8 pertandingan terakhir, dengan catatan minor satu hasil imbang. Tujuh laga lainnya disapu bersih dengan kemenangan.
Sementara Tottenham terakhir kali menang dalam Derbi London Utara atas Arsenal terjadi pada Oktober 2022 dengan skor telak 3-0.
Yang menarik adalah dua pertemuan terakhir, termasuk laga tadi malam. Arsenal lagi-lagi meraih kemenangan dengan skor meyakinkan 4-1. Hasil yang sama dengan pertemuan pertama di Emirates pada November 2025.
Tidak hanya itu, pemain baru Arsenal, Eberechi Eze menghasilkan 5 dari 8 gol yang diciptakan anak asuh Arteta ke gawang Spurs.
Tiga di antaranya tercipta di Emirates, dan dua gol lainnya di Tottenham Hotspurs Stadium.
Jumlah gol tersebut membawa Eze menjadi pemain kedua yang mencetak 4 gol lebih dari Derbi London Utara dalam satu musim Liga Inggris.
Pemain pertama yang berhasil mencatatkan rekor tersebut dalah Ted Drake pada musim 1934/1935 yang menghasilkan 5 gol, menurut Opta.
Selain itu, Eze juga berhasil menyamai rekor Van Persie dan Thierry Henry yang sama-sama mencetak 5 gol ke gawang Tottenham.
Hanya Robert Pires (7) dan Emanuel Adebayor (6) yang memiliki jumlah lebih banyak darinya.
Performa Eze yang gemilang dalam Derbi London Utara mendapat pujian dari sang juru taktik, Mikel Arteta.
Eze diketahui sulit mendapat menit bermain, apalagi sebagai starter. Ini adalah yang pertama sejak kemenangan Arsenal atas Crystal Palace pada Oktober lalu.
Lain dari itu, Eze hanya bermain sebagai pemain pengganti dan tak jarang hanya menghiasi bangku cadangan.
"Dia benar-benar berusaha untuk membentuk dan beradaptasi dengan apa yang kami inginkan darinya," ucap Arteta dikutip dari BBC.
"Dia mencetak lima gol dalam beberapa pertandingan terakhir lawan mereka (Tottenham), yang merupakan hal sulit dilakukan. Tapi saya bisa melihat bahwa dia ingin membuktikan sesuatu," sambungnya.
Hasil Derbi London Utara tersebut memicu kritikan pedas dari mantan pemain Tottenham yang kini sebagai pundit di berbagai acara sepak bola, Jamie Redknapp.
Laga tersebut menyuguhkan kualitas yang berbeda dari kedua tim. Arsenal memperlihatkan bagaimana kekuatan mereka sebagai calon jawara Liga Inggris musim ini, sementara Tottenham berada di kasta yang berbeda.
Ya, secara peringkat, keduanya berada dalam posisi jomplang. Tottenham hanya berjarak 4 poin dari West Ham yang berada di batas zona degradasi (17), sedangkan Arsenal duduk di singgasana klasemen.
"Mereka luar biasa hari ini, Anda bisa merasakan ada kendali penuh dari Arsenal," kata Redknapp kepada Sky Sports.
"Itu pertandingan yang sangat timpang. Mereka berada di liga yang berbeda, Arsenal sangat berkelas. Mereka jauh lebih baik daripada Tottenham, seperti berada di dua liga yang berbeda."
"Gyokeres memimpin lini depan, Eze luar biasa. Itu penampilan yang brilian. Arsenal fantastis, terlalu bagus untuk Tottenham," jelasnya.
Pelatih Tottenham, Igor Tudor tak bisa menampik hasil laga tersebut. Arsenal sangat percaya diri memainkan permainan mereka, berbeda dengan timnya.
"Kita butuh lebih banyak Waktu untuk berada dalam momen dan situasi fisik yang memungkinkan kita bermain kuat dan menguasai bola," bebernya soal kualitas Tottenham saat ini yang belum berada di tahap tersebut.
"Bahkan saat menguasai bola, kurangnya kepercayaan diri sangat terlihat dalam tim."
"Jadi, kami ingin bersiap untuk melakukan hal-hal tersebut, tetapi ada realitas hari ini. Jadi saya sangat sedih dan sangat marah, tetapi di sisi lain juga baik untuk memahami di mana tujuan kita," jelasnya.
Igor Tudor menegaskan penting bagi Tottenham untuk mengubah kebiasaan buruk yang selama ini terjadi agar terhindar dari jeratan degradasi i akhir musim.
"Kita masing-masing bercermin dan benar-benar berusaha, benar-benar mulai mengubah kebiasaan," tutupnya.




















(Tribunnews.com/Sina)