TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas berencana menertibkan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Bung Karno Purwokerto.
Sterilisasi ini dilakukan untuk mewujudkan program Integrated City Planning (ICP) atau kawasan Kota Baru.
Dalam perencanaan Pemkab Banyumas, kawasan Jalan Bung Karno akan menjadi kota baru yang menjadi pusat pemerintahan dilengkapi techno park, sekolah terpadu, gedung perkantoran, pasar modern, perumahan dan apartemen.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banyumas, Imam Wibowo menjelaskan, grand design awal Jalan Bung Karno adalah upaya membuka kawasan yang tidak ada akses.
Jalan Bung Karno yang menghubungkan Jalan Jenderal Soedirman dan Jalan Gerilya ini dibangun dengan konsep mencakup kawasan seluas 100 hektare.
"Harapannya, di situ ada aktivitas atau pusat kegiatan masyarakat yang baru," ujarnya, pekan lalu.
Baca juga: Jalan Bung Karno akan Ditertibkan dalam Tiga Segmen, DPRD Banyumas Setujui Anggaran Rp1 Miliar
Imam menjelaskan, pengembangan kawasan Jalan Bung Karno Purwokerto sebagai kota baru akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat lewat program Integrated City Planning (ICP) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Program ini akan menyasar tiga kawasan di Banyumas, yaitu di kawasan Kota Lama Banyumas, Universitas Jenderal Soedirman, dan Jalan Bung Karno.
Dalam ICP tersebut, beberapa fasilitas untuk mengungkit aktivitas baru di Jalan Bung Karno sedang ditawarkan ke swasta ataupun pemerintah daerah.
"Kemarin, dari swasta, ada yang sudah berencana membuat sekolah terpadu, mulai dari SD sampai perkuliahan."
"Lainnya, seperti (pembangunan) techno park, masih dikaji," ungkapnya.
Menurut Imam, program ICP ini konsepnya sudah tertata dan terhubung dengan konsolidasi tanah yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Termasuk, yang akan ditindaklanjuti adalah pembangunan Masjid Seribu Bulan yang akan dibantu pendanaannya oleh Kementerian PU.
"Karena kemampuan pemerintah daerah masih terbatas. Kita masih sedang menggali tentang bagaimana pembiayan-pembiayaan itu," jelasnya.
Realisasi rencana kota baru ini tentu berdampak pada keberadaan pedagang kaki lima (PKL).
Apalagi, saat ini, ratusan PKL menempati ruang publik dan trotoar di sepanjang Jalan Bung Karno.
Kondisi ini diakui Imam mengganggu aktivitas lain.
"Jadi, kalau sekarang banyak orang lari-lari dan bersepeda, tetapi di sisi lain ada orang-orang yang kebutuhannya menuntut untuk menjadi PKL," ungkapnya.
Imam mengatakan, ke depan, sepanjang Jalan Bung Karno akan steril dari PKL.
Pemkab Banyumas telah menyiapkan sejumlah tempat relokasi bagi para PKL.
Tempat yang diutamakan adalah lokasi yang sudah ramai akan aktivitas masyarakat.
Dia mencontohkan, area parkir di kolam retensi yang telah menjadi pusat olahraga luar ruangan bagi warga.
"Karena kalau PKL itu ditempatkan ke area yang belum ada gulanya (keramaian, Red), kasihan, mereka pasti mati," jelasnya.
Baca juga: Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Anak di Purwokerto, 3 Muncikari Cari Pelanggan di Jalan Bung Karno
Menurut Imam, tempat lain juga sedang dikaji, termasuk di area dekat Masjid Seribu Bulan setelah rampung dibangun nanti.
Dia menilai area masjid tentunya akan menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Imam mengatakan, relokasi ini akan dilakukan secara bertahap, gelombang pertama akan memindahkan sekira 200 PKL.
"Rencana kami, area trotoar memang lebih rapi tanpa adanya pedagang."
"Tapi pedagangnya juga harus kita carikan tempat dulu," katanya.
Diketahui, sejak diresmikan pada 27 April 2022 lalu, Jalan Bung Karno Purwokerto menjadi ruang publik dan wajah baru Kota Purwokerto di Kabupaten Banyumas.
Ruas jalan sepanjang 2 kilometer itu menjadi destinasi wisata, kantor pemerintahan, sekaligus pertumbuhan ekonomi UMKM. (*)