TRIBUNPAPUABARAT.COM. KAIMANA - Dua anggota DPR Papua Barat dari partai berbeda melakukan reses di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Anggota DPR Papua Barat dari PDI Perjuangan, Irsan Lie, melaksanakan reses di Jalan Cendrawasih, Kabupaten Kaimana, Rabu (18/2/2026).
Ia menyebut reses kali ini bukan hanya untuk menjaring aspirasi, tapi juga menyampaikan hasil kerja setahun sebagai anggota DPR Papua Barat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kaimana ini mengatakan sejumlah program mulai memasuki tahap pelaksanaan.
Sebagian masih menunggu realisasi karena dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) baru diserahkan ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Salah satu capaian DPR Papua Barat adalah mendorong perubahan skala prioritas pembangunan infrastruktur dalam APBD Provinsi Papua Barat.
Yang sebelumnya ada di urutan ketiga menjadi prioritas utama, termasuk perencanaan pembangunan jalan koridor barat.
Baca juga: Fraksi Otsus DPR Papua Barat Soroti Keterisolasian 2 Kampung di Teluk Bintuni
Ada pula bantuan bagi kelompok nelayan serta dukungan koperasi untuk kelompok usaha masyarakat di Kabupaten Kaimana.
Menurutnya, banyak aspirasi masyarakat sebenarnya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, tetapi keterbatasan anggaran membuat daerah tidak dapat mengakomodasi semua kebutuhan itu.
"Kemampuan APBD kabupaten terbatas sehingga perlu ada dukungan provinsi. Kami hadir untuk mengkolaborasikan aspirasi yang menjadi kewenangan kabupaten danprovinsi," kata Irsan Lie.
Ia juga menyoroti pengembangan komoditas pala sebagai salah satu program unggulan ekonomi masyarakat.
Ia menilai komoditas itu berpotensi besar meningkatkan pendapatan warga, khususnya orang asli Papua, jika ada dukungan bibit unggul dan pendampingan pemerintah.
Titip Sejumlah Aspirasi
Anggota DPR Papua Barat, Philip Heinrich, melakukan reses di Kampung Lumira dan Maimai, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Kamis (19/2/2026).
Politikus Golkar ini mengatakan masyarakat Kampung Lumira meminta bak penampung air bersih, pemukiman rakyat, dan pembangunan rumah guru.
Mereka juga meminta bantuan longboat dan mesin untuk transportasi tenaga pengajar serta pembangunan Pastori dan pagar Gereja GPI Jemaat Kalibaru Warika.
Baca juga: Polemik Pengoperasian Maxim di Kaimana Akan Dibahas dalam RDP DPRK
"Mereka juga minta pengadaan bibit sayuran, peralatan pertanian, dan bibit pala," kata Philip Heinrich kepada TribunPapuabarat.com, Minggu (22/2/2026) malam.
Di Kampung Maimai, warga meminta pembangunan pemukiman rakyat, jalan lingkungan sekira 2 kilometer, pemecah gelombang (breakwater) sekiraa 300 meter.
"Mereka juga memina pengadaan genset, drainase, serta longboat lengkap dengan mesin dan alat tangkap," ujar Philip Heinrich.
Selain itu, warga Kampung Maimai berharap agar dibangun Pastori GPI Jemaat Sion Maimai dan pengadaan bibit pala.
Ia berjanji untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dari kedua kampung ini di tingkat komisi DPR Papua Barat.