TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, dalam menyalani puasa Ramadan ini mari kita pun juga mendalami ilmu agama.
Salah satu amalan penambah iman di bulan Ramadhan adalah mendengar kultum dari penceramah.
Kultum adalah akronim dari kuliah tujuh menit yang berisi pesan atau nasihat kebaikan kepada sesama muslim di depan umum.
Kultum adalah akronim dari kuliah tujuh menit yang berisi pesan atau nasihat kebaikan kepada sesama muslim di depan umum.
Kultum biasanya disampaikan oleh pendakwah, ustaz, tokoh atau para bapak yang memiliki tanggung jawab untuk mengisi sesi tersebut.
Nah, di bulan Ramadan, kultum biasanya mudah ditemui dan disampaiakan sebelum buka puasa, sebelum salat tarawih atau sesudah subuh.
Maka dari itu, berikut ini dia contoh kultum untuk 6 Ramadan 1447 H/2026.
Baca juga: Jadwal Imsak, Buka Puasa dan Salat untuk Kabupaten Sumedang 5 Ramadan 1447 H/23 Februari 2026
Baca juga: Naskah Kultum 5 Ramadan 1447 H: Tingkatkan Iman dengan Berpuasa Mata
Judul: Jika Orang Mati Bisa Hidup Lagi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hadirin,
Semua orang memiliki angan-angan berupa hal-hal yang dapat membahagiakan hatinya. Seorang yang miskin berangan ingin hidup kaya, seorang yang sakit berangan ingin hidup sehat, seorang yang lumpuh berangan ingin berjalan dengan kedua kakinya seperti sebelumnya dan lain sebagainya.
Intinya, semua yang hidup di dunia ini akan berusaha dan bersemangat untuk mencapai apa yang selama ini menjadi angan-angan mereka.
Bahkan sebagian manusia, angan-angannya nampak tak berujung. Ketika satu angannya telah tercapai, ia akan berangan untuk mencapai yang lebih dari itu. Setelah tecapai, kembali berangan-angan yang lebih dari sebelumnya. Begitu seterusnya. Inilah tabiat manusia, tabiat yang tidak pernah merasa cukup.
Rasulullah SAW menggambarkan tabiat tersebut dalam sabdanya, “Jika seandainya anak cucu Adam memiliki satu lembah berisi emas, dia akan menginginkan untuk memiliki dua lembah yang berisi emas, padahal tidak akan pernah ada yang dapat memenuhi rongga mulutnya kecuali tanah (kematian), dan Allah mengampuni orang-orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari)
Dalam konteks yang lebih jauh, ternyata, sebuah angan-angan tidak hanya ada pada orang-orang yang masih hidup saja. Tetapi juga ada pada orang-orang yang telah meninggal dunia. Benarkah?
Ya, hal tersebut telah dijelaskan dalam banyak ayat-ayat-Nya di dalam Al-Qur’an dan pada sabda-sabda nabi-Nya. Angan-angan orang yang telah meninggal dunia tersebut, dimiliki oleh orang-orang beriman yang selama hidupnya mengerjakan amal-amal shalih, orang-orang yang mujrim yang selalu berbuat dosa, bahkan juga oleh orang-orang yang kafir kepada Allah SWT.
Baca juga: Cerita Nana di Pangandaran: Kesetiaan Mengolah Kolang-kaling Berbuah Keuntungan Saat Ramadan
Baca juga: Waktu Buka Puasa 5 Ramadan 1447 H/22 Februari 2026 Wilayah Kota/Kab Tasikmalaya, Garut, dan Sumedang
Apa angan-angan mereka semua?
Rasulullah SAW bersabda, “Jika jenazah telah diletakkan di ataskerandanya, lalu dipikul oleh para lelaki di atas pundakpundak mereka, maka jenazah itu akan berbicara. Jika jenazah itu adalah seorang yang shalih, dia akan berkata, “Segerakanlah aku, segerakanlah aku.” Dan jika dia bukan seorang yang shalih, dia akan berkata, “Celakalah diriku, di manakah mereka akan pergi membawanya.” Semua makhluk dapat mendengar suaranya kecuali manusia. Jika mereka dapat mendengarkannya, niscaya mereka akan pingsan karenanya.” (HR. Bukhari).
Rasulullah SAW juga bersabda, “Apabila seorang mu’min telah melihat apa yang dilapangkan padanya di dalam kuburnya, dia akan berkata, “Biarkanlah diriku, aku ingin memberi kabar gembira pada keluargaku.” Maka Malaikat berkata kepadanya, “Tenanglah” (HR. Ahmad).
Selanjutnya, orang-orang yang yang mujrim, yang gemar berbuat dosa dan lalai dengan perintah-perintah Allah selama di dunia, mereka juga punya angan-angan.
Angan-angan mereka ternyata mirip dengan angan-angan golongan yang pertama tadi. Angan mereka adalah juga ingin kembali ke dunia untuk beramal shalih.
Di antara amalan shalih yang ingin mereka kerjakan jika diberi kesempatan kembali ke dunia adalah shalat dua raka’at. Ya, dua raka’at saja, itu angan mereka.
Nabi SAW bersabda, “Siapakah pemilik kuburan ini?” Para sahabat berkata, “Si fulan.” Maka Nabi SAW bersabda, “Shalat dua raka’at lebih dia inginkan dari sisa dunia kalian.” (HR. Thabrani).
Dalam riwayat lain di sebutkan, “Shalat sunnah dua rakaat yang ringan yang kalian remehkan, kemudian ditambahkan pada amalan orang ini lebih dia cintai dari pada dunia kalian.” (Shahihul Jami’, no. 3518).
Terakhir adalah orang-orang kafir, mereka pun berangan-angan. Angan mereka adalah mendapatkan waktu untuk dikembalikan ke dunia untuk menjadi orang yang beriman, sebab kematian telah meyakinkan dan membuka mata hati mereka yang selama ini tertutup. Sayang, semua itu hanyalah angan-angan saja. Wallahul musta’aan.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nah Tribuners, itu dia naskah kultum subuh Ramadhan 1447 H/2027 singkat terbaik untuk 6 Ramadan. Semoga bermanfaat. (*)