Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung– Sebanyak lima wilayah di Provinsi Lampung terdampak hujan angin atau hujan deras disertai angin kencang pada Minggu (22/2/2026) malam.
Menurut data yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Senin (23/2/2026), lima wilayah tersebut terdiri dari Kota Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran dan Pringsewu.
Humas BPBD Lampung Wahyu Hidayat mengatakan daerah yang terdampak itu mengalami bencana, antara lain banjir, pohon tumbang, puting beliung akibatkan rumah rusak.
"Pohon Tumbang Timpa Tembok SD di Panjang. Pohon tersebut menimpa kabel listrik PLN serta tembok SD Negeri 3 Bandar Lampung. Banjir Genangan di Bumi Waras," ujarnya, Senin (23/2/2026).
Pesawaran, lanjut dia, puluhan rumah terendam banjir. Kemudian puting beliung merusak rumah di Lampung Tengah dan Lampung Timur.
Baca juga: Hujan Deras di Air Naningan, Tanggamus Sebabkan Banjir dan Longsor
Sementara pohon tumbang di Bandar Lampung salah satunya di Kecamatan Panjang. Berupa pohon salam berdiameter sekitar 25 sentimeter yang roboh tersapu angin kencang disertai hujan deras sekitar pukul 21.20 WIB.
Pohon itu menimpa kabel listrik PLN dan tembok SD Negeri 3 Bandar Lampung yang berada di Jalan Bahari IV. Akibat kejadian ini, tembok sekolah mengalami kerusakan sedang.
Penanganan langsung dilakukan petugas dari BPBD bersama aparat kecamatan, kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan PLN. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Banjir Genangan di Bumi Waras, terjadi di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras sekitar pukul 21.36 WIB.
Hujan deras menyebabkan air masuk ke rumah warga di Jalan Gurita Gang Abdul Mukti.
Satu rumah milik warga terdampak banjir. Peristiwa ini sempat membuat aktivitas warga terganggu.
BPBD, Damkar, Satpol PP, DLH, Dinas PU, serta aparat kecamatan dan kelurahan telah melakukan penanganan di lokasi.
Banjir cukup luas terjadi di Kelurahan Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.
"Hujan deras sejak sore hingga malam hari menyebabkan Sungai Way Lok meluap dan merendam permukiman warga," ujar Humas BPBD Lampung Wahyu Hidayat.
Sebanyak 70 rumah terdampak, rincinya 50 rumah di Dusun Rawa Tunggal terendam hingga 80 sentimeter dan 20 rumah di Dusun Rawa Subur terendam sekitar 70 sentimeter.
"Meski tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berat pada bangunan, warga mengalami kerugian material akibat perabot dan barang berharga yang terendam air," ucapnya.
Angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Negeri Agung, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah sekitar pukul 20.00 WIB.
Angin puting beliung merusak rumah warga di Dusun 2 Negeri Sari dan wilayah Bambu Kuning.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun beberapa rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.
Sementara itu, di Kelurahan Siraman, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, angin kencang yang terjadi pada dini hari menyebabkan 13 rumah warga terdampak.
Tim BPBD setempat telah turun untuk melakukan pendataan dan validasi kerusakan.
Di Kabupaten Pringsewu, banjir juga terjadi di Kelurahan Blitarejo, Kecamatan Gadingrejo.
Hujan lebat menyebabkan drainase meluap sehingga air masuk ke dalam lima rumah warga.
Satu rumah dilaporkan dalam kondisi hampir roboh. Beruntung, air telah surut dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat guna mempercepat penanganan.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )