Tedjowulan Benarkan Masukkan Hangabehi dalam Kepengurusan Yayasan Baru Keraton Solo
Ryantono Puji Santoso February 23, 2026 01:11 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan melalui juru bicaranya, Pakoenegoro, membenarkan memasukkan Pakubuwono XIV Hangabehi dalam kepengurusan yayasan baru yang dibentuk untuk menjalankan program pemerintah di Keraton Kasunanan Surakarta.

Namun, saat ini Hangabehi belum memenuhi persyaratan administrasi yang diajukan.

Ia pun menegaskan berupaya merangkul kedua kubu, termasuk Pakubuwono XIV Purboyo.

Namun, hingga kini kubu Sinuhun Purboyo belum bersedia hadir.

"Prinsipnya, Gusti Tedjowulan merangkul semua pihak. Baru satu yang kooperatif, hadir ketika diundang. Yang satu lagi belum bersedia hadir," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

ENGGAN BERKOMENTAR - Pakubuwono XIV Hangabehi pasca melaksanakan salat jumat di masjid Ciptomulyo Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jumat (23/1/2026). Hangabehi enggan berkomentar soal dana hibah Keraton Solo terdahulu diduga masuk ke kantong pribadi Pakubuwono XIII.
ENGGAN BERKOMENTAR - Pakubuwono XIV Hangabehi pasca melaksanakan salat jumat di masjid Ciptomulyo Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jumat (23/1/2026). Hangabehi enggan berkomentar soal dana hibah Keraton Solo terdahulu diduga masuk ke kantong pribadi Pakubuwono XIII. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

PB XIV Hangabehi Jadi Sekretaris

Sebelumnya, informasi ini diungkapkan oleh Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) KPH Eddy Wirabhumi. Menurutnya, Pakubuwono XIV Hangabehi digadang-gadang akan menduduki jabatan sekretaris.

“Panembahan Agung sudah menyiapkan yayasan. Beliau akan menjadi ketua. Lalu Gusti Behi yang sekarang menjadi Sinuhun menjadi sekretaris, monggo saja,” jelasnya saat ditemui di Kantor Badan Pengelola Keraton Surakarta Hadiningrat, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Tedjowulan Ajukan Permohonan Audit Dana Hibah Keraton Solo ke BPK

Menurutnya, pembentukan yayasan ini menjadi langkah awal dalam menjalin sinergi antara pemerintah dan Keraton Kasunanan Surakarta.

“Kita menyiapkan segala sesuatu agar pemerintah dan keraton ini bisa berkolaborasi secara permanen. Keraton Surakarta adalah salah satu bagian dari negara Indonesia. Kalau pun secara hukum ketatanegaraan belum tuntas proses pembentukan hubungan ketatanegaraan itu, sekarang hadirnya Kementerian Kebudayaan mewakili negara sebagai starting point menyambungkan kembali dengan negara. Mau tidak mau harus diakui, Keraton ini berdiri sebelum Republik,” jelasnya.

Ia pun belum bisa memastikan kapan yayasan ini akan terbentuk. Ia hanya memastikan proses pembentukannya dapat membentuk sinergi antara keraton dan pemerintah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.