5 Fakta Kekalahan AC Milan dari Parma, Rafael Leao tak Habis Pikir Cium Aroma Skandal
Cornel Dimas Satrio February 23, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM - Intip 5 fakta kekalahan AC Milan dari Parma di Liga Italia Serie A, Rafael Leao sampai tak habis pikir cium aroma skandal, Rossoneri semakin sulit kejar Inter Milan.

Kekalahan AC Milan pada giornata 26 Liga Italia Serie A, menyisakan sorotan tajam.

Klub berjulukan Rossoneri tersebut harus mengakui keunggulan Parma dengan skor akhir 0-1, pada pertandingan yang digelar di Stadion San Siro, Senin (23/2/2026).

Mengandalkan duet Christian Pulisic dan Rafael Leao sejak menit awal, AC Milan justru kesulitan meladeni Parma.

Sebaliknya, Parma berhasil memanfaatkan momentum sepak pojok pada menit 80 untuk mencetak gol kemenangan, berkat sundulan Mariano Troilo.

5 Fakta Kekalahan AC Milan melawan Parma

Kekalahan Rossoneri tersebut menyimpan sekelumit fakta, termasuk sorotan yang berbau kontroversi terkait gol kemenangan Parma.

Bahkan Rafael Leao mencium aroma skandal di balik sahnya gol sundulan Mariano Troilo ke gawang Mike Maignan.

1. Gol Kontroversi

Proses gol sundulan Troilo berbau kontroversi, lantaran wasit sempat tak mengesahkan gol untuk Parma karena menilai adanya pelanggaran.

Posisi bek Parma, Lautaro Valenti dianggap menghalangi aksi Mike Maignan dalam memotong bola sepak pojok.

Akibatnya Maignan tak melakukan apapun saat bola lewat di atasnya, namun bola justru jatuh tepat di kepala Mariano Troilo yang melompat di atas Davide Bartesaghi untuk melepaskan sundulan.

KALAH DI KANDANG - Aksi winger AC Milan, Alexis Saelemaekers (kanan) mencoba melewati penjagaan pemain Parma pada pertandingan giornata 26 Liga Italia Serie A di Stadion San Siro, Senin (23/2/2026). Rossoneri kalah di kandang sendiri dengan skor akhir 0-1.
KALAH DI KANDANG - Aksi winger AC Milan, Alexis Saelemaekers (kanan) mencoba melewati penjagaan pemain Parma pada pertandingan giornata 26 Liga Italia Serie A di Stadion San Siro, Senin (23/2/2026). Rossoneri kalah di kandang sendiri dengan skor akhir 0-1. (X/@SerieA)

Baca juga: Hasil Liga Italia, Rekor tak Terkalahkan AC Milan Dihentikan Parma, Gagal Ikuti Jejak Inter Milan

Parma merayakan gol tersebut, namun wasit Marco Piccinini menghentikannya karena merasa telah terjadi pelanggaran.

Namun setelah meninjau VAR, wasit melihat tak terjadi pelanggaran apapun di kotak penalti AC Milan, sehingga gol untuk Parma sah.

"Berdasarkan revisi, pemain nomor 5 Parma tidak terbukti melanggar Maignan, gol disahkan," kata Marco Piccinini.

Keputusan itu mendapat sorotan dari Rafael Leao seusai laga.

Bomber AC Milan tersebut tak habis pikir dengan keputusan wasit yang plin-plan, sehingga Rossoneri dirugikan.

Leao lantas mencium ada aroma skandal di balik keputusan wasit tersebut.

Di Instagram pribadinya, Rafael Leao membandingkan episode serupa dengan yang terjadi pada gol AC Milan ke gawang Sassuolo (beberapa bulan lalu) namun dianulir wasit.

2. AC Milan Tak Diberikan Penalti

Insiden paling mencolok adalah penalti yang tidak diberikan untuk AC Milan pada menit 7.

Berawal dari pergerakan Christian Pulisic yang  mengoper bola ke Saelemaekers di sisi kiri.

Kemudian Saelemaekers melepaskan umpan silang dengan teknik rabona ke kotak penalti, sayangnya, Ruben Loftus-Cheek bertabrakan dengan kiper Parma, Edoardo Corvi.

Menurut laporan Gazzetta dello Sport, wasit Piccinini seharusnya bertindak atas aksi kiper Parma yang keluar dengan tangan dan mengenai Loftus-Cheek secara penuh ketika ia masuk ke kotak penalti menyambut umpan silang Saelemaekers.

AC Milan menegaskan Corvi tidak menghalau bola, tetapi justru menghantam kepala yang menyebabkan Loftus-Cheek menderita cedera serius.

Baik saat pertandingan berlangsung maupun di jeda babak, para pemain dan staf Milan memprotes keras interpretasi wasit.

AC Milan vs Parma.
AROMA SKANDAL - Intip 5 fakta kekalahan AC Milan dari Parma, Rafael Leao sampai tak habis pikir cium aroma skandal yang bikin Rossoneri sulit kejar Inter Milan, Senin (23/2/2026). (TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio)

Baca juga: Napoli Temani AC Milan Duduk Manis di Serie A, Antonio Conte Senggol Inter Milan dan Juventus

Penjelasan Piccinini, insiden itu sekadar kontak permainan, dengan kedua pemain sama-sama menuju bola. Namun AC Milan merasa penalti pantas didapatkan.

Jika penalti diberikan dan berhasil dikonversi, jalannya pertandingan bisa berubah total untuk Rossoneri.

Namun nasib apes terjadi, Ruben Loftus-Cheek menderita cedera parah fraktur alveolar bone (tulang pendukung gigi rahang), gigi patah, dan luka wajah. 

Gelandang asal Inggris tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit dan akan menjalani operasi.

3. Lini depan Rossoneri mandul

Di laga ini, AC Milan gagal total dalam penyelesaian akhir.

Kendati mendominasi statistik dengan 66 persen penguasan bola dan 25 upaya ke gawang, tak ada yang dapat menjebol gawang Parma.

Para penyerang seperti Rafael Leao, Christian Pulisic, dan Nicolas Fullkrug hanya membuang-buang peluang emas.

Bahkan upaya Rafael Leao mengenai tiang, yang membuat Rossoneri frustrasi.

Ini menjadi pertandingan di mana AC Milan mandul total di kandang sendiri, gagal memanfaatkan dominasi menjadi gol.

4. Rekor Tak Terkalahkan Berakhir

Kekalahan ini memutus rekor unbeaten AC Milan di Serie A yang mencapai 24 pertandingan (sejak Agustus 2025).

Kali terakhir Rossoneri kalah juga terjadi di kandang, pada pekan pembuka Liga Italia Serie A 2025/2026 melawan Cremonese.

Bermain di bawah pendukung Curva Sud tak cukup membantu AC Milan menjaga rentetan tren positif musim ini.

5. Semakin Jauh dari Inter Milan

Kekalahan ini juga membuat AC Milan semakin tertinggal dari rival sekotanya, Inter Milan, dalam perburuan Scudetto.

Anak asuh Massimiliano Allegri tetap di posisi 2 dengan 54 poin dari 26 laga.

Mereka tertinggal 10 poin dari sang Capolista, Inter Milan dengan 12 laga tersisa.

Hasil ini membuat jalan AC Milan berburu Scudetto ke-20 semakin berat.

(*)

TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.