TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Program makan bergizi gratis ( MBG ) tetap berjalan di Nunukan, Kalimantan Utara, selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Senin (23/2/2026).
Koordinator SPPG Wilayah Nunukan, Fitra Diani, mengatakan untuk wilayah Kabupaten Nunukan, tercatat 6 dapur telah beroperasi untuk mendistribusikan makanan ke sejumlah sekolah.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 6 dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Nunukan.
juga: Begini Tiga Mekanisme Pendistribusian MBG di Nunukan Selama Ramadan 2026, Ada Tambahan Kurma
Rinciannya, 5 dapur berada di Kecamatan Nunukan, dan 1 dapur di Kecamatan Nunukan Selatan.
Kepala SPPG Nunukan Tengah 2, Muhammad Rizkyawan, mengatakan pada hari pertama Ramadan pihaknya tetap menyiapkan menu MBG bagi para siswa.
“Hari ini kami menyediakan menu roti ketan hitam, kurma, telur rebus, dan kacang goreng,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (23/2/2026).
Sementara itu, SPPG Nunukan Tengah 2 melayani pendistribusian makanan ke 5 sekolah dan 1 Posyandu.
Yakni PAUD Manusela, SDN 002 Nunukan, SMP Santo Gabriel, SMA Santo Gabriel, dan SMA Negeri 1 Nunukan serta Posyandu Mawar.
SPPG Nunukan Tengah berada di Jalan Rimba, Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.
Di SDN 002 Nunukan, jumlah siswa tercatat sebanyak 593 orang yang terbagi dalam 20 kelas.
Guru SDN 002 Nunukan, Hasna, mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen siswa di sekolah tersebut merupakan nonmuslim.
“Karena didominasi siswa nonmuslim, banyak yang tidak berpuasa.
Namun pihak sekolah tetap menganjurkan anak-anak untuk tidak makan di sekolah, dan menunggu waktu pulang, sebagai bentuk menghargai teman-temannya yang berpuasa,” katanya kepada TribunKaltara.com.
Mulai pukul 08.46 Wita MBG didistribusikan ke Posyandu dan PAUD, kemudian dilanjutkan ke SDN 002 Nunukan.
Sementara untuk SMP Santo Gabriel, SMA Santo Gabriel, dan SMA Negeri 1 Nunukan akan didistribusikan pukul 11.00 Wita.
Pelaksanaan MBG di hari pertama Ramadan ini tetap menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing sekolah, dengan tetap mengedepankan toleransi dan saling menghormati antar siswa.
(*)
Penulis: Fatimah Majid