Bupati Tana Tidung Safari Ramadan 2026 di Tideng Pale, Warga Berbondong-bondong Datangi Masjid
Junisah February 23, 2026 01:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG- Pemkab Tana Tidung mulai rangkaian Safari Ramadan 2026 di Masjid Fastabiqul Khairat, Jalan Aman Tawa, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu (22/2/2026) malam.

Safari Ramadan tersebut dihadiri Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali bersama jajaran Forkopimda, termasuk unsur Kementerian Agama, DPRD, dan kepolisian. 

Tampak masyarakat  berbondong-bondong memenuhi area Masjid sejak menjelang waktu berbuka puasa.

Panitia menyiapkan hidangan berbuka puasa berupa bakso, menu prasmanan, hingga Coto Makassar yang disajikan untuk jamaah dan tamu undangan.

Baca juga: 15 Titik Safari Ramadan 2026 Pemkab Malinau, Sasar Masjid Terjauh di Malinau Selatan Hari Ini

Kegiatan di Masjid Fastabiqul Khairat ditutup dengan salat Magrib berjamaah dan diteruskan hingga sholat tarawih bersama masyarakat sekitar.

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, mengatakan Safari Ramadan bukan agenda baru dalam pemerintahannya. Tahun ini menjadi pelaksanaan kelima sejak ia menjabat.

“Safari Ramadan ini bukan yang pertama kali. Saya sudah memimpin dua periode, yang pertama empat tahun berturut-turut terlaksana. Ini tahun kelima,” ujar Ibrahim Ali kepada TribunKaltara.com.

Ia menyebut, pelaksanaan tahun ini merupakan Safari Ramadan perdana pada periode keduanya dengan wakil bupati yang berbeda.

“Yang kelima ini agak berbeda karena perdana di kepemimpinan saya yang kedua dengan wakil yang berbeda,” katanya.

Baca juga: Jadwal Safari Ramadan 1447 H Pemkab Malinau, Wabup Jakaria Beber Persiapan

Menurutnya, Safari Ramadan menjadi sarana silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus penyampaian informasi terkait program dan capaian pemerintah daerah dalam satu tahun terakhir.

“Kita menyambung silaturahmi dengan masyarakat Desa Tideng Pale sekaligus menyampaikan program-program dan pencapaian dalam satu tahun kepemimpinan,” jelasnya.

Ibrahim Ali juga mengakui adanya penyesuaian jumlah titik kunjungan tahun ini akibat efisiensi anggaran.

“Kalau biasanya bisa sampai 15 titik, tahun ini sekitar 9 titik saja dalam rangka efisiensi,” ungkapnya.

Meski jumlah lokasi berkurang, ia memastikan agenda Safari Ramadan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah disusun.


(*)

Penulis : Rismayanti

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.