Renungan Harian Kristen Senin 23 Februari 2026, Mazmur 130:3, Tuhan Tak Selalu Ingat Kesalahan Kita
Chintya Rantung February 23, 2026 02:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian keluarga kristen Senin 23 Februari 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada Mazmur 130:3.

130:3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

Tema perenungan adalah Tuhan Tak Selalu Ingat Kesalahan Kita.

Khotbah:

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Tuhan Allah mengaruniakan manusia suatu bagian dalam tubuh yang salah satu fungsinya untuk mengingat, yaitu otak. 

Otak manusia diperkirakan mampu menyimpan informasi setara dengan 2,5 juta gigabyte data. 

Ini seperti menyimpan jutaan jam video atau miliaran halaman teks. 

Dengan kemampuan ini manusia bisa mengingat sesuatu untuk jangka pendek dan jangka panjang, meskipun memori bisa memudar karena faktor alamiah atau juga karena gangguan tertentu. 

Tetapi manusia bisa saja mengingat suatu peristiwa atau hal tertentu sepanjang kehidupannya. 

Manusia yang merupakan ciptaan-Nya bisa mengingat sesuatu untuk jangka waktu yang sangat lama, apalagi Tuhan Allah Sang Pencipta yang memiliki kekuatan yang maha kuasa dan tidak terbatas.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Kata Ibrani yang diterjemahkan mengingat adalah syamar. 

Kata ini juga berarti menjaga, memelihara, memperhatikan. 

Itu berarti kata mengingat bermakna; jika Tuhan Allah mengingat, memperhatikan, tidak melupakan/ menghapus, tidak mengampuni kesalahan-kesalahan umat-Nya, maka tidak ada yang dapat bertahan menghadapi murka-Nya. 

Tetapi justru sebaliknya, Tuhan Allah tidak mengingat, tidak memperhitungkan, melainkan mengampuni kesalahan dan menebus umat-Nya sebab Dia adalah Penebus umat-Nya.

Pemazmur menyadari bahwa jika Tuhan Allah menggunakan kuasa-Nya mengingat segenap kesalahan dan pelanggaran, 
maka tidak ada satu pun yang dapat bertahan di hadapan-Nya. 

Di balik ungkapan ini tersirat permohonan supaya Tuhan Allah tidak lagi mengingat kesalahan dan pelanggaran. 

Pemazmur berseru artinya mengakui keterbatasan dan kekurangannya di hadapan Tuhan Allah yang maha kuasa 
sambil bermohon agar Dia berkemurahan tidak lagi mengingat kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan atau mengampuninya.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus.

Sebagai keluarga Kristen, kita harus menyadari dan mengakui keterbatasan dan kelemahan kita ketika melakukan kesalahan di hadapan-Nya.
 
Kadangkala kita begitu mudahnya mengingat kesalahan orang lain, namun sering tidak menyadari dan melupakan kesalahan kita sendiri. 

Di hadapan Tuhan Allah yang kepada-Nya kita bermohon untuk tidak mengingat kesalahan kita, maka kita pun 
belajar untuk tidak mengingat dan mengampuni kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh sesama kita, bahkan di lingkungan keluarga kita sendiri. 

Mengakui kesalahan, mengampuni dan memperbaiki kesalahan itu atau bertobat sambil menatap masa depan, 
akan jauh lebih baik untuk membuka lembaran baru, sehingga pemulihan dapat terjadi. Amin.

Doa: 

Ya Tuhan Allah, ketika kami bertobat, kami percaya bahwa Engkau tidak lagi mengingat kesalahan-kesalahan kami 
karena kasih dan anugerah-Mu yang mengampuni serta membarui kehidupan kami. 

Ajarilah kami juga untuk mengampuni kesalahan orang lain dan tolonglah supaya kami memperbaiki kesalahan dan 
menatap masa depan yang penuh harapan. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Sumber: dodokugmim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.