Seorang wanita asal Surabaya, Uun Yosie (27), membagikan pengalamannya saat didiagnosis mengidap kista berukuran 33 cm. Ia mengungkapkan bahwa gejala yang dirasakan awalnya tidak mencolok dan cenderung disangka sebagai gangguan pencernaan biasa.
Adapun gejala tersebut baru benar-benar ia sadari saat berusia 27 tahun. Saat itu, ia mulai merasakan perut kembung yang tidak biasa dan tampak semakin buncit hingga ke bagian atas, padahal sebelumnya hanya bagian perut bawah yang terlihat lebih menonjol.
Selain kembung, ia juga mengeluhkan perut terasa keras, asam lambung yang mudah naik, serta hampir tidak pernah merasa lapar maupun mendengar bunyi perut. Kondisi itu membuatnya merasa cepat penuh meski makan dalam porsi sedikit.
"Aku awalnya ngira karena stress -> hormon kortisol naik -> asam lambung naik + perut kembung. Tapi makin curiga ketika aku udah nggak stress tapi perutnya masih kembung, dan asam lambung masih gampang naik," ucapnya saat dihubungi detikcom, Jumat (20/2/2026).
"Aku nggak mengira karena kebanyakan makan karena mmg aku makannya sedikit," lanjutnya.
Gejala yang berlangsung terus-menerus itulah yang akhirnya mendorongnya untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, hingga kemudian diketahui adanya kista berukuran besar di dalam tubuhnya.
Yosie mengatakan, dokter menyebut kista yang dialaminya termasuk tipe neoplasma, yaitu kondisi ketika terjadi kesalahan pada sel yang kemudian tumbuh secara tidak terkontrol hingga menjadi jaringan abnormal. Faktor utamanya berkaitan dengan perubahan genetik, namun bukan berarti diturunkan dari orang tua.
Selain itu, faktor lain seperti pola hidup, tingkat stres, jam tidur, aktivitas fisik, pola makan, nutrisi, serta hormon juga dapat memengaruhi pertumbuhan sel tersebut.
"Aku lagi di masa penyembuhan. So far so good, I'm taking things slowly. Masih ada kontrol ke dokter. Nanti 3 bulan after aku operasi, aku bakalan ke Penang lagi untuk kontrol," lanjutnya.







