Traveler wajib tahu, ada beberapa tempat di pesawat yang tidak disarankan untuk menyimpan barang. Cek alasannya sebelum terbang agar perjalanan tetap aman.
Banyak traveler memang sudah terbiasa menata bawaan dengan rapi, mulai dari melipat pakaian agar hemat ruang, menata perlengkapan mandi dalam pouch khusus, hingga menyiapkan barang-barang penting agar mudah dijangkau selama penerbangan. Semua itu bertujuan untuk membuat perjalanan lebih lancar dan nyaman.
Setelah menata bawaan dengan rapi, persoalan lain yang akan dihadapi adalah menempatkan barang di kabin pesawat. Ya, posisi penyimpanan barang di kabin juga tidak biasa asal-asalan.
Menyimpan tas di tempat yang kurang tepat bisa membuat penumpang kesulitan mengambilnya, memperlambat proses turun, dan mengganggu kenyamanan orang lain. Memahami area yang ideal untuk menyimpan barang adalah langkah kecil yang bisa membuat perjalanan lebih efisien bagi semua penumpang.
Penempatan barang yang kurang tepat bukan hanya berisiko membuatnya sulit diawasi, tetapi juga bisa mengganggu kenyamanan hingga keselamatan selama penerbangan.
Melansir , Senin (23/2/2026), para ahli perjalanan menyebut bahwa menyimpan barang di bagian belakang kabin pesawat menjadi salah satu lokasi yang paling tidak direkomendasikan.
Alasan Menyimpan Barang di Bagian Belakang Pesawat Tidak Direkomendasikan
Para ahli perjalanan menyebut beberapa alasan mengapa menyimpan barang di bagian belakang pesawat dan jauh dari tempat duduk sangat tidak direkomendasikan. Berikut penjelasannya.
1. Memperlambat Proses Turun Pesawat
Julian Kheel, pendiri dan CEO Points Path, mengingatkan penumpang agar tidak menyimpan tas terlalu jauh dari tempat duduk, terutama di kompartemen bagasi bagian belakang kabin. Kebiasaan ini bisa membuat proses turun dari pesawat jadi lebih lama dari seharusnya.
Jika tas diletakkan jauh dari kursi, penumpang tidak bisa langsung mengambilnya saat barisan mulai bergerak keluar. Mereka terpaksa menunggu hingga hampir semua orang turun terlebih dahulu sebelum bisa berjalan ke belakang untuk mengambil barangnya.
Menurut Julian, situasi ini kerap menimbulkan frustrasi karena memperlambat arus keluar penumpang.
"Menyimpan tas di belakang sering membuat penumpang harus menunggu hampir seluruh kabin kosong sebelum bisa mengambil barangnya," ujarnya.
2. Bisa Menyulitkan karena Harus Melawan Arus Saat Turun Pesawat
Penumpang yang menyimpan tas di bagian belakang kabin kerap kesulitan mengambil barangnya setelah pesawat mendarat, karena harus berjalan ke arah belakang.
Sementara itu, arus penumpang saat turun umumnya bergerak maju ke pintu keluar. Jika seseorang berjalan berlawanan arah di lorong kabin yang sempit dan padat, hal ini bisa menimbulkan kemacetan kecil.
"Berjalan melawan arus kabin yang sesak tidak hanya menunda satu penumpang saja, tapi juga memperlambat orang lain yang sedang turun," kata Julian Kheel.
3. Berpotensi Tertukar atau Hilang
Kheel menjelaskan tas tidak berada dalam jangkauan pandangan langsung membuat penumpang tidak benar-benar tahu siapa saja yang membuka kompartemen tersebut atau memindahkan barang di dalamnya.
Kondisi ini membuka peluang terjadinya kesalahan pengambilan tas, terutama jika model koper atau tas kabin yang digunakan terlihat serupa dengan milik penumpang lain. Lebih buruk, risiko pencurian juga bisa meningkat karena pemilik tidak bisa memantau langsung barangnya.
"Jika penumpang tidak bisa melihat barang dari tempat duduk di pesawat, risiko barang tertukar atau pencurian menjadi lebih besar," ujarnya.
4. Bisa Memberi Dampak pada Tubuh
Sherry Peters, seorang pramugari penerbangan internasional di maskapai besar Amerika Serikat sekaligus pendiri Atlas+Wild, mengatakan bahwa menyimpan tas di belakang bukan hanya merepotkan, tetapi juga kurang baik untuk tubuh.
Saat pesawat mendarat dan penumpang mulai berdiri, lorong kabin biasanya sudah penuh dan sempit. Jika Anda harus menjangkau ke belakang atau memutar tubuh melewati orang lain untuk mengambil tas, gerakan tersebut terasa canggung dan tidak ergonomis.
5. Di Mana Tempat Teraman Menyimpan Barang di Pesawat?
Kheel mengatakan bahwa tempat paling pas untuk menyimpan barang adalah di atas kabin tempat duduk penumpang. Jika penumpang memang tidak mendapatkan ruang penyimpanan tepat di atas kursinya. Penumpang bisa memilih kompartemen yang berada di depan kursi, bukan di belakang.
Jika seluruh kompartemen terlihat penuh, penumpang bisa meminta bantuan awak kabin. Kru biasanya lebih mengetahui ruang kosong yang masih tersedia dan dapat membantu menempatkan tas dengan aman tanpa mengganggu penumpang lain.
Langkah itu memudahkan proses pengambilan barang. Saat pesawat mendarat dan penumpang mulai keluar secara berurutan, penumpang bisa mengambil tas lebih cepat tanpa harus berjalan melawan arus.
Dengan posisi tas di depan, Anda hanya perlu maju beberapa langkah mengikuti alur penumpang, sehingga proses turun tetap lancar.







