Jadwal Azan Magrib Ramadan 2026 untuk Jakarta dan Sekitarnya Senin 23 Februari 2026
Ferdinand Waskita Suryacahya February 23, 2026 03:11 PM


TRIBUNJAKARTA.COM - Berikut jadwal azan magrib Ramadan 2026 untuk Jakarta dan Sekitarnya pada Senin (23/2/2026).

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah merilis jadwal imsakiyah di seluruh kota di Indonesia. 

Selain jadwal imsakiyah DKI Jakarta dan sekitarnya, ada jadwal sholat lima waktu dan Azan Magrib selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Berdasarkan hasil sidang isbat, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Februari 2026.

Berikut jadwal imsakiyah Ramadan 2026, jadwal sholat Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya untuk Kota Jakarta dilansir dari Tribunnews.com bersumber dari Bimas Islam Kementerian Agama RI :

Tanggal Imsak Subuh Zuhur Ashar Magrib Isya
Senin, 23 Februari 04.32 04.42 12.10 15.17 18.17 19.26
Selasa, 24 Februari 04.32 04.42 12.09 15.16 18.17 19.26
Rabu, 25 Februari 04.32 04.42 12.09 15.15 18.16 19.26
Kamis, 26 Februari 04.32 04.42 12.09 15.15 18.16 19.25
Jumat, 27 Februari 04.33 04.43 12.09 15.14 18.16 19.25
Sabtu, 28 Februari 04.33 04.43 12.09 15.13 18.15 19.24
Minggu, 1 Maret 04.33 04.43 12.09 15.12 18.15 19.24
Senin, 2 Maret 04.33 04.43 12.08 15.11 18.14 19.24
Selasa, 3 Maret 04.33 04.43 12.08 15.10 18.14 19.23
Rabu, 4 Maret 04.33 04.43 12.08 15.09 18.14 19.23
Kamis, 5 Maret 04.33 04.43 12.08 15.08 18.13 19.22
Jumat, 6 Maret 04.33 04.43 12.07 15.08 18.13 19.22
Sabtu, 7 Maret 04.33 04.43 12.07 15.09 18.12 19.21
Minggu, 8 Maret 04.33 04.43 12.07 15.09 18.12 19.21
Senin, 9 Maret 04.33 04.43 12.07 15.10 18.12 19.20
Selasa, 10 Maret 04.33 04.43 12.06 15.10 18.11 19.20
Rabu, 11 Maret 04.33 04.43 12.06 15.10 18.11 19.19
Kamis, 12 Maret 04.33 04.43 12.06 15.11 18.10 19.19
Jumat, 13 Maret 04.33 04.43 12.06 15.11 18.10 19.18
Sabtu, 14 Maret 04.33 04.43 12.05 15.11 18.09 19.18
Minggu, 15 Maret 04.33 04.43 12.05 15.12 18.09 19.17
Senin, 16 Maret 04.33 04.43 12.05 15.12 18.09 19.17
Selasa, 17 Maret 04.32 04.42 12.05 15.12 18.08 19.16
Rabu, 18 Maret 04.32 04.42 12.04 15.12 18.08 19.16
Kamis, 19 Maret 04.32 04.42 12.04 15.13 18.07 19.16
Jumat, 20 Maret 04.32 04.42 12.04 15.13 18.07 19.16

 

Jangan Langsung Santap Gorengan Saat Berbuka Puasa

Gorengan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, termasuk saat berbuka puasa.

Namun, kebiasaan langsung menyantap gorengan ketika berbuka ternyata bisa berdampak negatif bagi kesehatan jika dilakukan secara rutin.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi akibat proses penggorengan.

"Sebenarnya tidak dianjurkan untuk berbuka puasa dengan gorengan," ujarnya, dikutip dari ipb.ac.id pada Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, lemak termasuk zat gizi yang lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat.

"Gorengan ini kan digoreng berarti tinggi lemak. Nah, lemak itu termasuk sulit dicerna. Proses mencernanya dibandingkan dengan mencerna karbohidrat itu lebih lama," katanya.

BUKA PUASA - Ilustrasi buka puasa bersama alias bukber. 
Langsung makan gorengan saat berbuka puasa bisa memberatkan pencernaan dan memicu gangguan seperti sakit perut, mual, atau asam lambung meningkat.
BUKA PUASA - Ilustrasi buka puasa bersama alias bukber. Langsung makan gorengan saat berbuka puasa bisa memberatkan pencernaan dan memicu gangguan seperti sakit perut, mual, atau asam lambung meningkat. (Istimewa)

Setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat cukup lama.

Jika langsung menerima makanan tinggi lemak, pencernaan harus bekerja lebih berat, sehingga berisiko menimbulkan gangguan seperti sakit perut, mual, atau mules.

"Takutnya nanti ada gangguan di sistem pencernaan. Paling tidak mungkin sakit perut, mual, mules," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi gorengan saat perut kosong dapat memicu peningkatan asam lambung, terutama bagi orang yang memiliki riwayat gangguan lambung.

"Bayangin ya, perut yang kosong, asam lambungnya meningkat. Kalau orang yang punya asam lambung itu pasti perih banget rasanya," jelasnya.

Meski begitu, Dr. Karina menegaskan bahwa gorengan tidak sepenuhnya dilarang saat berbuka puasa.

"Makan gorengan saat berbuka puasa itu boleh, tapi dengan catatan, diberi jeda waktu dan tidak berlebihan," katanya.

Ia menyarankan agar gorengan dikonsumsi setelah perut diisi terlebih dahulu dengan makanan ringan atau makanan utama.

Selain itu, jumlah gorengan juga perlu dibatasi karena konsumsi lemak berlebih secara terus-menerus dapat menumpuk dalam tubuh dan memicu obesitas.

"Kalau makanan gorengan tinggi lemak itu juga bisa berisiko kalau kita makan dalam jumlah yang banyak dan tidak bisa dikontrol setiap hari," ujarnya.

Dr. Karina mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengontrol konsumsi gorengan saat berbuka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, menjaga kebiasaan makan yang lebih sehat akan berdampak positif bagi kualitas kesehatan di masa mendatang.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Daging Sapi Rp135 Ribu per Kg, Dharma Jaya Klaim Harga Lebih Stabil Saat Ramadan
  • Baca juga: Masjid Fatahillah Balai Kota Bagi 100 Takjil Setiap Hari Selama Ramadan 2026, Cek di Sini Menunya!
  • Baca juga: Satpol PP Tegas! Praktik Pungli dan Jukir Liar di Jakarta Selama Ramadan Bisa Dipidana
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.