TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN – Minyak goreng merek MinyaKita mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Batang Hari.
MinyaKita adalah merek dagang minyak goreng kemasan sederhana milik Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI yang diluncurkan pada 6 Juli 2022.
Program ini bertujuan menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan minyak goreng rakyat dengan harga terjangkau, yaitu sesuai HET Rp15.700 per liter di tingkat pengecer.
Berdasarkan pantauan di lapangan Senin (23/2/2026) , MinyaKita kini tidak lagi banyak dijajakan di area pasar.
Pejabat Fungsional Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Batang Hari, Nike Dwitia Arza, memaparkan bahwa stok MinyaKita di pasar memang berkurang.
Namun, ia memastikan ketersediaannya masih ada di toko-toko di luar pasar.
“Untuk saat ini MinyaKita di pasar memang sudah tidak banyak lagi yang menjual, namun di toko-toko luar masih ada,” katanya.
Terkait harga, ia menjelaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita berada di angka Rp15.700 per liter. Meski begitu, di pasar masih ditemukan pedagang yang menjual di atas harga tersebut.
Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi oleh harga beli pedagang dari agen yang sudah tinggi.
“Untuk HET sebenarnya MinyaKita ini Rp15.700. Di pasar memang banyak pedagang yang menjual di atas HET karena modalnya sudah tinggi. Biasanya pedagang membeli dari agen,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya menegaskan akan terus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Tentu kami akan selalu memantau dan memastikan kestabilan harga, dan memang akan direncanakan sidak,” tutupnya.
(Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)
Baca juga: MinyaKita Langka di Muara Bulian, Pedagang Keluhkan Aturan Pembelian Agen