TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Hotspot kembali muncul di Kabupaten Pelalawan Riau pada Senin (23/2/2026), setelah satu pekan nihil kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Berdasarkan pantauan satelit BMKG Kota Pekanbaru, ada tiga titik panas yang terdeteksi di Pelalawan.
Dua Titik berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci dan satu lagi di Kecamatan Pelalawan. Tingkat confidence hotspot antara 30 sampai 79 persen atau kategori sedang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si membenarkan titik panas yang mulai muncul.
Padahal sepekan terakhir titik api nihil dan titik panas hampir tidak ada. Pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi hotspot sesuai dengan titik koordinat.
"Hampir dipastikan ketiga hotspot itu bukan titik api. Artinya tidak berpotensi Karhutla," terang Zulfan kepada tribunpekanbaru.com, Senin (23/2/2026).
Ia menyebutkan, titik panas yang terpantau satelit biasanya dsri cerobong asap pabrik milik perusahaan, pembukaan lahan yang luas, serta aktivitas industri lainnya. Hotspot ini tidak berpeluang menjadi titik api Karhutla.
Baca juga: Titik Panas Kembali Mulai Muncul di Riau Setelah Berhari-hari Nihil
"Memang dua hari terakhir sudah mulai panas lagi. Pekan lalu masih ada potensi hujan dari hasil OMC," tambah Zulfan.
Zulfan menyampaikan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menghentikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) setelah seluruh titik Karhutla berhasil dipadamkan dengan bantuan hujan.
Bahkan beberapa hari hotspot nihil di wilayah Provinsi Riau sebagai dampak hujan hasil OMC.
"Kita imbau masyarakat jangan melakukan pembakaran. Sekarang sudah mulai panas terik. Potensi Karhutla sangat tinggi," tandasnya.
Tim BPBD Pelalawan akan melakukan parpol rutin bersama tim rayon kecamatan ke daerah-daerah yang rawan terbakar.
Seperti Kecamatan Pangkalan Kerinci, Langgam, Pelalawan, Kuala Kampar, dan Teluk Meranti.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)