TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Jumlah korban kebakaran di kawasan Jalan Mendawai, Kompleks Sosial, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, terjadi pada Sabtu (21/2/2026) ada 24 kepala keluarga (KK) atau 89 jiwa.
Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan bantuan sembako telah disalurkan, sementara bantuan lanjutan berupa perbaikan rumah dalam bentuk uang masih menunggu proses pendataan dan verifikasi.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, penyaluran bantuan lanjutan dilakukan setelah pendataan per kepala keluarga dan tingkat kerusakan bangunan diselesaikan.
“Untuk bantuan sembako sudah disalurkan. Sedangkan bantuan rumah dalam bentuk uang tetap harus melalui pendataan per kepala keluarga, agar sesuai dengan dokumennya,” kata Fairid, usai Pembukaan Manasik Haji Tingkat Kota Palangka Raya Tahun 1447H, Senin (23/2/2026).
Menurut Fairid, pendataan diperlukan agar besaran bantuan diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan rumah warga terdampak.
“Ada kategori kerusakan ringan, sedang, dan berat. Bantuan rumah itu dalam bentuk uang, dan besarannya nanti menyesuaikan hasil pendataan,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan, memastikan pihaknya telah bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat pascakebakaran.
“Dinas Sosial sudah menyalurkan bantuan sembako dan mendirikan dapur umum. Bahan makanan seperti beras, sarden, mi, dan telur telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak,” ujar Riduan.
Ia menambahkan, selain bantuan logistik darurat, Dinas Sosial juga tengah mempersiapkan bantuan sosial lanjutan, termasuk bantuan pembangunan kembali rumah warga yang mengalami kerusakan.
“Tim kami sudah turun ke lapangan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi bagi korban kebakaran di Mendawai,” katanya.
Riduan menyebutkan besaran bantuan rumah akan mengacu pada peraturan wali kota yang berlaku. Untuk rumah dengan kategori rusak berat, bantuan yang diberikan sebesar Rp 12 juta, sementara untuk kategori rusak sedang dan ringan akan disesuaikan kembali berdasarkan hasil verifikasi lapangan.
Berdasarkan data pendataan sementara yang terpampang di posko relawan, tercatat 24 KK atau 89 jiwa terdampak kebakaran. Dari jumlah tersebut, 10 rumah masuk kategori rusak berat, 5 rumah rusak sedang, dan 7 rumah rusak ringan. Dalam peristiwa tersebut juga tercatat satu orang korban luka bakar yang telah mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: Kisah Suriansyah Panik dan Nyaris Terpanggang Cari Keponakan Saat Kebakaran di Mendawai
Baca juga: Sejumlah Rumah Terbakar di Jalan Mendawai Palangka Raya Jelang Buka Puasa
Ketua RT 01 RW 07, Muryadi, mengatakan sebagian besar warga terdampak saat ini memilih tinggal sementara di rumah keluarga, kerabat, maupun tetangga terdekat. Posko relawan difungsikan sebagai pusat pendataan dan penyaluran bantuan.
“Di posko ini tidak ada yang tinggal. Warga kebanyakan mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga. Posko hanya untuk pendataan dan menerima bantuan seperti pakaian, makanan, popok, dan kebutuhan lainnya,” ujar Muryadi saat ditemui Tribunkalteng.com di posko relawan.
Hingga saat ini, proses pendataan korban serta verifikasi tingkat kerusakan bangunan masih terus dilakukan oleh tim terkait sebelum penyaluran bantuan lanjutan direalisasikan.