TRIBUNNEWS.COM - Pemilihan presiden Barcelona memasuki fase krusial. Para kandidat mulai memaparkan manifesto dan janji kampanye mereka kepada para socios atau pemilik bersama sebuah klub olahraga.
Namun, sejumlah janji besar yang dilontarkan dinilai sulit direalisasikan, mengingat kondisi finansial klub yang masih belum sepenuhnya stabil.
Salah satu nama yang kembali mencuat dalam wacana kampanye adalah Lionel Messi. Kandidat Victor Font kembali menggulirkan narasi kemungkinan pemulangan sang legenda ke Camp Nou.
Di sisi lain, kandidat lain memilih pendekatan berbeda dengan menjanjikan perekrutan bintang kelas dunia.
Kandidat Xavi Vilajoana menjadi sorotan setelah secara terbuka menyatakan ambisinya untuk mendatangkan Harry Kane apabila terpilih sebagai presiden.
“Ya, kami sudah mulai melakukan kontak. Saya pribadi belum, tetapi orang-orang yang akan menjadi bagian dari proyek saya sudah mulai menjajaki kemungkinan,” ujar Xavi Vilajoana, dikutip dari Mundo Deportivo.
Pernyataan tersebut langsung memantik perdebatan, mengingat Kane masih menjadi andalan utama Bayern Munchen dan terikat kontrak hingga Juni 2027.
Menanggapi kabar tersebut, Kane akhirnya buka suara setelah kemenangan Bayern atas Eintracht Frankfurt, striker timnas Inggris itu mengaku tidak mengetahui apa pun tentang pendekatan dari Barcelona.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya merasa nyaman di Munich dan tidak memikirkan kemungkinan pindah ke Spanyol.
“Seperti yang sudah saya katakan, saya sangat bahagia di Bayern. Saya fokus pada musim ini dan karier saya di Bayern Munchen," jelas pemain berusia 32 tahun itu.
Baca juga: El Clasico di Bursa Transfer: Barcelona dan Real Madrid Berburu Pemenang Ballon dOr
Meski begitu, Kane tetap menganggap ketertarikan Barcelona sebagai bentuk apresiasi.
“Saya menganggapnya sebagai pujian,” tutupnya.
Pada laga tersebut, Harry Kane mencetak dua gol dalam kemenangan 3-2 atas Frankfurt di Liga Jerman 2025/2026 pada Sabtu (21/2/2026).
Tambahan dua gol tersebut membuat Kane terdepan mengamankan gelar top skor Liga Jerman selama tiga musim beruntun.
Adapun musim ini, ia telah mencetak 28 gol, jauh dibandingkan dengan rival terdekatnya, Deniz Undav yang baru mencetak 13 gol.
Keganasan Harry Kane dalam urusan mencetak gol tak ayal membuat Barcelona kepincut.
Pernyataan langsung dari Kane tentu menjadi pukulan bagi kampanye Vilajoana.
Ketika sang pemain sendiri mengaku tidak mengetahui adanya pendekatan, kredibilitas janji transfer tersebut pun dipertanyakan.
Secara realistis, mendatangkan Kane bukanlah perkara mudah bagi Barcelona.
Selain faktor finansial, striker berusia 32 tahun itu juga tampak nyaman dengan proyek Bayern Munchen yang stabil dan kompetitif di level domestik maupun Eropa.
Dengan dinamika seperti ini, pemilihan presiden Barcelona kembali memperlihatkan bagaimana janji-janji besar di masa kampanye kerap berbenturan dengan realitas sepak bola modern.
(Tribunnews.com/Ali)