Ekspor Perdana 50 Ton Arang Batok Kelapa dari Awunio Konawe Selatan ke Cina Raup Devisa Rp734 Juta
Amelda Devi Indriyani February 23, 2026 04:44 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 50 ton arang tempurung kelapa diekspor dari Pelabuhan Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), menuju Xiamen, Cina, Sabtu (21/2/2026).

Ekspor berbasis desa dari Koperasi Desa Merah Putih Awunio Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan ini memiliki nilai devisa mencapai Rp734.500.000.

Arang dari batok kelapa itu dilepas melalui Pelabuhan Kendari New Port Jalan Pelabuhan Container, Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari.

Pelepasan ekspor ini menjadikan Kendari sebagai Koperasi Desa Merah Putih kedua di Indonesia yang menembus pasar ekspor dan yang pertama di kawasan timur Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara melalui kemandirian ekonomi.

Kemudian mendorong ekonomi kreatif dan ekonomi hijau, meningkatkan lapangan kerja berkualitas, menumbuhkan kewirausahaan, serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Pembangunan dari desa menjadi langkah penting untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. 

Baca juga: Sulawesi Tenggara Kirim 1.015 Ton Feronikel Senilai Rp49 M ke China, Perdana Ekspor Tanpa Transit

Kepala  Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai atau KPPBC Kendari, Taufik Sapto Harsono, menyampaikan capaian ini membuktikan ekspor langsung komoditas non tambang dari Provinsi Sulawesi Tenggara semakin terbuka dan semakin mudah untuk dilakukan.

"Dengan sinergi, pendampingan, serta komitmen bersama, Koperasi Desa Merah Putih mampu menjadi pelaku utama dalam rantai pasok global," ujar Taufik dalam keterangan tertulis yang diterima TribunewsSultra.com, Senin (23/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, Bea Cukai Kendari turut berperan melalui asistensi dan pendampingan kepada eksportir guna memastikan kelancaran proses ekspor, pemenuhan ketentuan kepabeanan, serta mendorong peningkatan ekspor berbasis potensi lokal dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(*)

(TribunnewsSultra.com/Content Writer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.