TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta mulai memanaskan mesin untuk optimalisasi pengumpulan zakat fitrah Ramadan 2026 atau 1447 H.
Tak tanggung-tanggung, BAZNAS Kota Yogyakarta membidik target pengumpulan zakat fitrah sebanyak 2.000 paket atau setara dengan nominal Rp150 juta.
Pelaksana Bidang II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Yogyakarta, Kengy Gilang Ramadhan, berujar, target tersebut, hampir sama dengan tahun sebelumnya.
Sebagai informasi pihaknya telah menetapkan besaran zakat fitrah tahun ini sebesar Rp40.000 per jiwa, lalu untuk fidyah ditetapkan nominal senilai Rp25.000.
"Target zakat fitrah yang masuk ke BAZNAS itu 2.000 paket, atau kalau diuangkan senilai Rp150 juta. Kami berharap perolehan tahun ini bisa lebih tinggi," ungkapnya, Senin (23/2/26).
Untuk merealisasikan target tersebut, Baznas Kota Yogyakarta mengandalkan strategi jemput bola melalui kanal digital, via media sosial Instagram hingga iklan berbayar Meta Ads.
Langkah ini bertujuan untuk mengarahkan calon muzaki atau pembayar zakat menuju kantor digital yang kini menyandang predikat terbaik di tingkat nasional.
"Kami menggencarkan iklan melalui kanal digital itu bahkan sejak sebelum Ramadan. Kami arahkan ke landing page kantor digital. Dengan sistem ini, jangkauan kami bisa lebih luas," tandasnya.
"Melintasi batas geografis istilahnya. Warga yang sedang berada di luar Yogyakarta, bahkan yang di luar negeri pun bisa menunaikan zakatnya semudah dari lokasi masing-masing," imbuh Kengy.
Selain jalur digital, penguatan edukasi secara konvensional tetap dilakukan dengan menyasar ASN di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogyakarta dan lembaga lainnya.
Di samping itu, lanjutnya, Baznas juga memaksimalkan jaringan lebih dari 500 masjid yang tersebar di seluruh penjuru Kota Yogyakarta.
"Kami punya jaringan grup WhatsApp dengan takmir dari 500 lebih masjid di Kota Yogya. Jadi, setiap informasi terkait zakat selalu kami bagikan di sana," pungkas Kengy.