Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Tumpukan sampah plastik yang kerap dipandang tak bernilai, di tangan warga Kabupaten Aceh Barat justru berubah menjadi kebutuhan pokok.
Melalui program Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) binaan PT Mifa Bersaudara, masyarakat dapat menukarkan sampah plastik terpilah dengan sembako dan perlengkapan rumah tangga, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat GPL tersebut disambut antusias warga, terutama kalangan ibu rumah tangga.
Sejak pagi, warga datang membawa sampah plastik yang telah dipilah dan dibersihkan dari rumah masing-masing.
Sampah kemudian ditimbang sesuai ketentuan berat yang telah ditetapkan panitia, sebelum ditukar dengan berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam.
Tak hanya sembako, GPL juga menyediakan sejumlah perlengkapan rumah tangga sebagai alternatif penukaran, mulai dari sabun pembersih lantai, sapu, hingga tong sampah.
Baca juga: Mudik Gratis 2026 Dibuka! Pelindo Siapkan 152 Bus, Ada Rute Medan–Aceh, Cek Rute Lain & Cara Daftar
Setiap warga yang berpartisipasi turut memperoleh buku tabungan bank sampah sebagai bukti pencatatan setoran dan penukaran, sekaligus mendorong kebiasaan menabung sampah secara berkelanjutan.
Ketua GPL, Fajar Oza Pratama, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari kampanye lingkungan yang konsisten dilakukan sejak tahun lalu.
Selain bertujuan mengurangi volume sampah plastik, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.
“Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu dan respons masyarakat sangat tinggi. Sampah plastik yang sudah dipilah bisa ditukar dengan sembako. Insya Allah bermanfaat, apalagi menjelang Ramadhan,” ujar Fajar.
Menurutnya, sampah plastik yang terkumpul tidak hanya dijual kembali, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk kreatif bernilai ekonomis seperti goodie bag, alas meja, dan kotak pensil.
GPL bahkan telah memiliki mesin pencacah plastik untuk mendukung proses daur ulang. Hasil cacahan tersebut dapat dipasarkan kembali atau dimanfaatkan sebagai bahan baku produk lain, termasuk kertas daur ulang.
Baca juga: Haikal Hassan Tegaskan Daging Impor AS Disembelih Sesuai Syariat, Isu Bebas Halal Itu Hoaks
Fajar menambahkan, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis daur ulang.
Dengan pendekatan insentif berupa sembako, GPL optimistis gerakan ini dapat terus berkembang dan menjadi budaya positif di tengah masyarakat.
Melalui inisiatif sederhana namun berdampak nyata ini, sampah plastik yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini bertransformasi menjadi sumber manfaat bagi warga.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan upaya membantu kebutuhan ekonomi masyarakat. (*)
Baca juga: PT Mifa Bersaudara Bersama Mitra Bangun Sumur Bor dan Salurkan Bantuan di Aceh Tamiang