TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tak terasa, perjuangan menahan lapar dan dahaga hari ini sudah memasuki hari ke-5 Ramadan 1447 Hijriah, Senin (23/2/2026).
Bagi warga Kota Bogor, momen menanti kumandang adzan magrib adalah yang paling ditunggu untuk melepas dahaga setelah seharian beraktivitas.
Setiap daerah memang punya waktu sholat yang berbeda-beda.
Agar ibadah Anda tetap presisi, berikut adalah panduan waktu penting untuk wilayah Kota Bogor hari ini.
Panduan Waktu Sholat dan Berbuka Kota Bogor
Berdasarkan koordinat geografis wilayah Kota Bogor, jadwal buka puasa hari ini mengalami sedikit penyesuaian.
Berikut rinciannya:
Pastikan Anda menjadikan jadwal ini sebagai patokan utama agar tidak terlewat waktu-waktu krusial, terutama saat sahur nanti.
Akses Jadwal Imsakiyah Sebulan Penuh
Jadwal imsakiyah bukan hanya soal tahu kapan harus berhenti makan, tapi juga jadi alarm untuk sholat lima waktu.
Mengingat cuaca dan posisi matahari terus bergerak, jadwal harian bisa saja bergeser.
Bagi warga yang ingin memiliki panduan lengkap selama sebulan penuh agar lebih tenang dalam beribadah, Anda bisa langsung mengecek atau mengunduh jadwal imsakiyah melalui tautan di bawah ini:
[LINK JADWAL IMSAKIYAH DAN BUKA PUASA KOTA BOGOR RAMADAN 2026]
Doa Buka Puasa
Baca juga: Doa Seusai Salat Tarawih di Bulan Suci Ramadan Lengkap dengan Teks Arab, Latin dan Maknanya
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menyegerakan berbuka dan mengawalinya dengan doa.
Salah satu doa buka puasa yang paling masyhur dan sesuai dengan hadits riwayat Abu Daud adalah:
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
Terjemahan: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki."
Selain itu, penjelasan mendalam juga dapat ditemukan dalam Kitab Fathul Mu'in juz 2 halaman 279.
Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa ketentuan doa berbuka puasa yang baik adalah mengikuti lafal doa dalam hadits riwayat Mu'adz bin Zuhrah.
Lebih lanjut, bagi seseorang yang membatalkan puasanya dengan meminum air, terdapat tambahan lafal doa sebagaimana riwayat Abdullah bin Umar:
وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ -: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.
Terjemahan: "Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'."