Pemprov NTB Akan Benahi Infrastruktur Pelabuhan untuk Atasi Kemacetan Logistik
Wahyu Widiyantoro February 23, 2026 07:03 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal mengevaluasi infrastruktur transportasi di Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat guna meningkatkan ekosistem ekonomi daerah. 

Langkah ini diambil menyusul keluhan hambatan operasional saat kapal pesiar bersandar di pelabuhan tersebut.

Pelabuhan Gili Mas terletak di Lembar, Lombok Barat untuk mendukung wisata dan logistik dengan dermaga berukuran dengan panjang 440 meter dan lebar 26 meter. 

Fasilitasnya dapat menampung penumpang 1.500 orang dan bisa sebagai pelabuhan peti kemas.

Ditemui TribunLombok.com, Iqbal menjelaskan bahwa keterbatasan dermaga di Gili Mas menjadi pemicu utama terganggunya jadwal distribusi logistik. 

“Di Gili Mas itu kan dermaganya baru satu sehingga kalau itu kapal (pesiar) itu singgah di sana pagi sampai sore otomatis kapal-kapal reguler lain yang dari Surabaya dari Banyuwangi enggak bisa nyandar,” ucap Iqbal, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Layanan Terhambat akibat Prioritas Kapal Pesiar, Sopir Truk di Pelabuhan Gili Mas Protes

Kondisi ini berdampak langsung pada para pengemudi angkutan barang yang harus menunggu lebih lama. 

Pemprov NTB saat ini telah menjalin komunikasi dengan Pelindo selaku perusahaan yang berwenang dan juga Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk mencari solusi jangka panjang. 

Persoalan ini menjadi prioritas dalam agenda pembahasan di tahun pertama kepemimpinan Iqbal menjadi Gubernur NTB.

“Itu sudah kita bahas dengan pihak Pelindo juga mengenai masalah ini. Itu bagian dari upaya yang akan kita tingkatkan ke depan,” jelasnya.

Selain sektor laut, pembenahan juga akan menyasar infrastruktur udara. 

Pemerintah telah melakukan tinjauan selama setahun terakhir dan berkoordinasi dengan InJourney untuk mengembangkan bandara agar lebih representatif sebagai sebuah hub transportasi. 

“Mereka sudah komitmen InJourney untuk merenovasi interior bandara untuk disesuaikan dengan kebutuhan sebagai hub,” kata Iqbal.

Pembenahan desain dinilai penting agar fasilitas bandara lebih cocok dengan fungsi hub yang direncanakan.

Meskipun rencana ini sudah mulai digulirkan, Pemprov NTB belum memberikan tenggat waktu pasti mengenai penyelesaian proyek-proyek tersebut. 

Iqbal menegaskan bahwa semua rencana masih dalam tahap pembahasan awal yang mendalam. 

“Baru kita bahas dulu, baru tahun pertama baru kita bahas, sabar,” pungkas Iqbal.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.