War Takjil di Gading Tutuka Soreang, Jalan Berubah Jadi Lautan Pemburu Makanan Jelang Buka Puasa
Kemal Setia Permana February 23, 2026 07:11 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suasana di Jalan Raya Gading Tutuka, tepatnya d depan RSUD Oto Iskandar di Nata, terasa sangat berbeda pada bulan Ramadhan dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Ruas jalan yang biasanya dilalui oleh kendaraan itu berubah mejadi "lautan makan" dadakan oleh masyarakat yang berburu takjil yang riuh sekaligus hangat dan penuh tawa jelang buka puasa.

Pada hari kelima Bulan Ramadhan ini, sejak sore hari arus kendaraan, baik roda dua dan empat,  tampak merayap pelan di antara pejalan kaki yang hilir mudik menyusuri deretan lapak dagangan.

Di kiri dan kanan sepanjang ruas jalan, terlihat deretan para pedagang berseruan menawarkan dagangannya. Klakson dan teriakan para pedagang saling bersahutan seperti memanggil satu sama lain.

Sementara aroma gorengan yang baru terangkat dari wajan bercampur dengan wangi manis es buah dan minuman kekinian. Semua seolah menyatu dalam satu irama, menunggu waktu berbuka.

Baca juga: Aksi Kocak Kakang Rudianto Bawa VAR Sendiri ke Wasit, Adam Alis pun Langsung Tertawa

Di Jalan Raya Gading Tutuka, ragam takjil tersaji menggoda. Mulai dari gorengan renyah, ayam krispi, batagor, siomay, aneka camilan, hingga minuman berwarna-warni yang tampak segar menanti untuk dibeli.

Tak sedikit warga yang telah berhasil "menang perang" dalam perburuan takjil membawa plastik-plastik penuh makanan, siap disantap saat azan magrib berkumandang nanti.

Di tengah keramaian itu, Nabila Asyifa Latief (21), mahasiswi berhijab pastel, tampak tersenyum puas. Dirinya terlihat menggenggam dua plastik besar berisi es buah dan siomay.

"Iya, ini habis mencari makan untuk buka puasa. Kebetulan rumah deket di sini. Ditambah di sini banyak makanan juga jadi ke sini," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Senin (23/2/2026).

Nabila menuturkan, dirinya akan mencari makanan berat terlebih dahulu sebelum nantinya pulang. Meskipun harus "berebut" dengan masyarakat lainnya yang berburu takjil dirinya rela melakukannya.

"Paling nyari dulu temen nasi. Baru pulang. Alhamdulillah cuacanya juga cerah. Jadi bisa milih mau beli apa lagi," katanya.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Pelaku Pembunuh Juanda Saat COD di Sumedang, Terpaksa Diganjar Timah Panas

Tak jauh dari Nabila, Tiara (22), seorang warga asal Soreang, tampak sibuk memotret segelas es lumut hijau sebelum memasukan ke dalam tas belanja. Baginya, momen berburu takjil tersebut tidak tergantikan.

Fenomena ini memang tidak lagi sekadar rutinitas membeli makanan berbuka. Bagi sebagian generasi muda, berburu takjil menjadi hiburan, ajang bersosialisasi, bahkan konten media sosial yang estetik.

"Lumayan capek, tadi ngantri beli es lumut hijau juga panjang. Ada mungkin 20 menit. Jadi di foto dulu. Nanti setelah ini mau nyari makan lagi," ucapnya.

Sementara semakin sore, keramaian semakin banyak. Plastik-plastik berisi takjil hingga makanan berpindah ke jok motor dan tangan-tangan untuk nantinya siap pulang untuk disantap. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.