Identitas 2 Korban Pembakaran KKB di PT Kristalin Eka Lestari Belum Diketahui
Marius Frisson Yewun February 23, 2026 08:25 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Aibon Kogoya telah melakukan aksi pembakaran terhadap pos jaga milik PT Kristalin Eka Lestari, di Bendungan Kali Musairo, Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Sabtu, (21/2/2026) pukul 13.30 WIT.

Peristiwa ini menyebabkan dua orang meninggal dunia karena terbakar bersama pos penjagaan.

Petugas kepolisian setempat langsung mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Nabire untuk identifikasi lebih lanjut.

Baca juga: Pemkab dan Tokoh Adat Mimika Susun Peta Hak Ulayat Demi Akhiri Konflik Kapiraya

Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav R. Urbinas mengatakan identifikasi korban secara medis masih dilakukan.

“Jadi (idendifikasi) untuk korban belum selesai, karena perlu langkah-langkah forensik," kata Kombes Pol Gustav kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, Senin, (23/2/2026) petang.

Kepolisian juga masih mendalami motif di balik peristiwa pembakaran pos. Namun Wakapolda memastikan situasi di lokasi sudah kondusif pasca kejadian.

Baca juga: Langkah Ambisius Papua Tengah Hadirkan Investasi Rp17 Miliar untuk Peternakan Babi Modern

"Langlah-langkah pengamanan masih dilakukan untuk mencegah gangguan Kamtibmas," tandasnya.

Kombes Pol Gustav mengatakan detail peristiwa ini dan perkembangan selanjutnya, akan disampaikan oleh Hubungan Masyarakat (Humas) Satuan Damai Cartenz.

"Kami di wilayah hanya mungkin bisa menyampaikan secara umum, namu kami berharap, semoga Nabire tetap aman dan kondusif," ujar Mantan Kapolres Jayapura ini.

Baca juga: Yunus Wonda dan Haris Yocku Pantau Pembangunan Jalan dan Layanan Kesehatan di Demta Jayapura

Sebelumnya Panglima Tertinggi West Papua Army, Demianus Magai Yogi dalam tulisannya yang diperoleh Tribun-Papua.com, Minggu, (22/2/2026) malam, membantah aksi pembakaran pos dilakukan oleh pihak mereka.

Dia menyebut pembakaran pos perusahaan tambang emas yang terjadi di Kampung Musairo, bukan bagian dari komando atau operasi West Papua Army.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.