Laporan Wartawan Wartakotalive.com Miftahul Munir
WARTAKOTALIVE.COM - Jelang lebaran, Pemerintah Kota Jakarta Pusat menggusur pedagang kaki lima (PKL) yang serobot trotoar di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Penertiban PKL yang serobot trotoar Pasar Tanah Abang itu dilakukan petugas gabungan, Senin (23/2/2026).
Penertiban dipantau langsung oleh Walikota Jakarta Pusat Arifin.
“Tadi saya pantau dan lihat langsung bahwa pedagang bukan hanya mengokupasi trotoar tapi bahu jalan juga. Hari ini kita merapihkan kembali sesuai fungsinya,” ucap mantan Kasatpol PP DKI itu saat penertiban PKL.
Arifin mengatakan penataan ini dilakukan untuk pengembalian fungsi seperti trotoar dan bahu jalan.
Dalam hal ini, trotoar difungsikan sebagai tempat pejalan kaki dan bahu jalan untuk kendaraan yang melintas agar tidak menimbulkan kemacetan.
Terlebih di bulan Ramadan dan menjelang lebaran Pasar Tanah Abang menjadi tujuan utama para pembeli untuk mencari baju lebaran.
“Kita tahu bersama kawasan Pasar Tanah abang di bulan Ramadhan hingga jelang Idul Fitri selalu ramai didatangi pengunjung dan masih menjadi magnet. Oleh karena itu kita ingin mewujudkan kawasan Tanah Abang lebih tertib, teratur,” ungkap Arifin.
Baca juga: Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat Penuh PKL dan Parkir Liar, Pemprov DKI Koordinasi dengan Kepolisian
Arifin meminta kepada semua pedagang diminta kesadarannya dan tanggung jawab dalam menjaga kawasan Pasar Tanah Abang agar lebih tertib dan tidak berdagang di trotoar serta bahu jalan.
Bukan hanya pedagang saja, mulai dari Dishub, Satpol PP, Polri, TNI, Camat, Lurah, LMK supaya memiliki tanggung jawab dalam menjaga kawasan Tanah Abang.
“Langkah ini agar kawasan Pasar Tanah Abang kedepannya lebih baik lagi,” singkatnya.
Arifin mengatakan pihaknya sebelum masuk bulan Ramadhan hingga saat ini telah melakukan penempatan petugas baik dari Dishub maupun Satpol PP untuk mencegah parkir liar dan PKL di Pasar Tanah Abang.
Tercatat sebanyak 40 petugas Dishub dan 70 petugas Satpol PP menjaga kawasan Pasar Tanah Abang.
“Dalam setiap harinya petugas akan ditempatkan untuk menjaga kawasan Tanah Abang. Dishub ada 40 petugas, dan Satpol PP ada 70 petugas dalam menjaga ketertiban umum,” ucap Arifin.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengikuti apa yang sedang terjadi di kawasan Pasar Tanah Abang.
"Sudah kami koordinasikan dengan kepolisian, dan diambil tindakan," kata Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Pramono Anung menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung aparat keamanan untuk menindak pelanggaran tersebut.
"Pemerintah DKI Jakarta memberikan support untuk diambil tindakan," tegas Pramono Anung.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno sebelumnya menegaskan, penertiban PKL dan parkir liar di Pasar Tanah Abang tetap dilakukan, tetapi pemerintah juga memberi ruang bagi warga yang mencari nafkah.
"Saya sudah bilang sama Satpol PP, kita tertibkan, tapi kasih ruang," ucap Rano Karno di Jakarta Barat, Rabu (18/2/2026).
Menurut Rano Karno, selama ini aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang sempat lesu dalam beberapa waktu terakhir.
Menjelang Ramadan 2026, kawasan tersebut kembali ramai oleh warga yang berbelanja kebutuhan puasa dan pakaian Lebaran.
Kondisi ini membuat pedagang menggunakan mobil atau gerobak hingga parkir sembarangan, sehingga jalan menjadi kurang nyaman dilalui.
Menurut Rano Karno, pemerintah akan lebih dulu memberi imbauan dan mengatur bersama para pedagang.
"Kita tahu Pasar Tanah Abang sekian tahun sepi, kosong, pedagang mengeluh, sekarang lagi momennya, akhirnya jalan enggak enak, himbau aja, atur caranya," kata Rano Karno.
Namun, jika dalam satu hingga dua minggu tidak ada perubahan, penindakan akan dilakukan.
"Kalau seminggu dua minggu enggak bisa, terpaksa harus kita tindak," ucap Rano Karno.