Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat Berjemaah sebagai Makmum
Lailatun Niqmah February 23, 2026 08:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Bulan Ramadhan merupakan ajang untuk berlomba-lomba bagi setiap umat muslim dalam melakukan ibadah.

Sholat Tarawih merupakan ibadah yang paling istimewa karena pelaksanaannya hanya di bulan Ramadhan saja.

Meskipun hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan), tapi mengupayakan Sholat Tarawih ini tentu memiliki keutamaan, sehingga sangat disayangkan apabila dengan sengaja meninggalkan ibadah satu tahun sekali ini. 

Sholat Tarawih berbeda dengan sholat biasanya, jumlah rakaatnya lebih banyak dibandingkan sholat wajib maupun sholat sunnah lainnya.

Baca juga: Tanya Ustaz: Masih Punya Utang Puasa Ramadhan, Apakah Berpengaruh pada Pahala? Ini Penjelasannya

Pelaksanaan Sholat Tarawih sendiri dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendirian di rumah.

Pada umumnya, Sholat Tarawih dilakukan dengan pola 2 rakaat - 1 salam. 

Jumlah rakaat yang populer di Indonesia adalah 8 rakaat (disusul 3 rakaat Sholat Witir).

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tarawih 

Berikut urutan gerakannya:

1. Takbiratul Ihram (Sambil melafalkan niat di dalam hati).

2. Membaca Doa Iftitah.

3. Membaca Surat Al-Fatihah.

4. Membaca Surat Pendek Al-Qur'an.

5. Ruku' dengan tuma'ninah (tenang).

6. I'tidal (Bangkit dari ruku').

7. Sujud pertama.

8. Duduk di antara dua sujud.

9. Sujud kedua.

10. Bangkit untuk rakaat kedua (Ulangi urutan yang sama).

11. Tahiyat Akhir pada rakaat kedua.

12. Salam.

Niat Sholat Tarawih

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى 

Ushalli sunnatat tarawihi rak ataini mustaqbilal qiblati ada an ma muman lillahi ta ala.

Artinya: Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Swt.

Baca juga: Tata Cara, Doa & Catatan-catatan Mandi Junub Hubungan Suami Istri di Bulan Puasa Ramadhan 2026

Doa Setelah Sholat Tarawih (Doa Kamilin)

Setelah menyelesaikan Sholat Tarawih berikut doa yang sering dibaca (Doa Kamilin):


اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allahumma ij‘alnaa bil-iimaan kaamiliin, walil-faraa’idh mu-addiin, walish-shalaati haafidziin, waliz-zakaati faa‘iliin, walimaa ‘indaka thaalibiin, wali ‘afwika raajiin, wabil-hudaa mutamassikiin, wa ‘anil-laghwi mu‘ridhiin, wa fid-dunyaa zaahidiin, wa fil aakhirati raaghibiin, wabil-qadhaa’i raadhiin, walin-na‘maa’i syaakiriin, wa ‘alal-balaa’i shaabiriin, wa tahta liwaa’i Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam yaumal qiyaamati saairiin, wa ‘alal haudhi waaridiin, wa ilal jannati daakhiliin, wa minan naari naajiin, wa ‘alaa sariiril karaamati qaa‘idiin, wa bihuurin ‘iin mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin, wa min tha‘aamil jannati aakiliin, wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaaribiin, bi akwaabin wa abaariqa wa ka’sin mim ma‘iinin ma‘al ladziina an‘amta ‘alaihim minan nabiyyin wash-shiddiqiin wash-syuhadaa’i wash-shaalihiin, wa hasuna ulaa’ika rafiiqaa, dzaalikal fadhlu minallaah, wa kafaa billaahi ‘aliimaa. 

Allahumma ij‘alnaa fii haadzihil lailatisy syahrisy syariifatil mubaarakah minas su‘adaa’il maqbuuliin, wa laa taj‘alnaa minal asyqiyaail marduudiin. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shahbihi ajma‘iin, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya: 

“Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, menunaikan kewajiban-kewajiban, menjaga shalat, menunaikan zakat, mencari sesuatu yang ada di sisi-Mu, mengharapkan ampunan-Mu, berpegang teguh pada petunjuk-Mu, berpaling dari perkara yang sia-sia, zuhud terhadap dunia, senang terhadap akhirat, ridho dengan ketetapan-Mu, bersyukur atas nikmat-Mu, bersabar menghadapi cobaan, berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari Kiamat, mengunjungi telaga (Kautsar), masuk ke dalam surga, selamat dari neraka, duduk di atas ranjang kemuliaan, menikahi bidadari, mengenakan sutera tebal dan tipis yang indah, menikmati makanan surga, minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cerek, dan piala yang berasal dari mata air surga, bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. 

Mereka itulah sebaik-baik teman. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui. 

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang berbahagia dan diterima amalnya. Janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang sengsara dan ditolak amalnya. 

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan seluruh sahabatnya. 

Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara semua yang mengasihi. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Baca juga: Bacaan Niat Puasa dan Doa Berbuka Puasa Ramadhan, Beserta Tata Cara yang Dianjurkan

Sholat Witir Sebagai Penutup

Setelah menyelesaikan Sholat Tarawih biasanya langsung dilanjut dengan sholat witir. 

Sholat Witir berfungsi sebagai penggenap atau penutup ibadah malam. 

Biasanya Sholat witir dilakukan 3 rakaat dengan pola tiga rakaat satu kali salam.

Niat sholat Witir 3 Rakaat Berjemaah

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka'atin mustaqbilal qiblati ada'an makmuman lillâhi ta'ala

Artinya: "Aku menyengaja salat sunnah Witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini sebagai makmum karena Allah Ta'ala,"

(Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret, Rizki Pangestu/TribunWow.com, Lailatun Niqmah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.