Sidak Pasar Jatingaleh, Satgas Pangan Polda Jateng Siapkan Hotline Aduan bagi Warga
raka f pujangga February 23, 2026 08:10 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Deretan mobil polisi tiba-tiba memasuki kawasan Pasar Jatingaleh, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Senin (23/2/2026) pagi menjelang siang.

Kehadiran aparat berseragam itu sempat membuat sejumlah pedagang dan pengunjung menoleh penasaran.

Ternyata, rombongan tersebut merupakan Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah yang tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Ramadan dan Idul Fitri 2026. 

Baca juga: Satgas Pangan Kendal Temukan Penjualan Beras di Atas HET, Apa Sanksi Buat Pedagang?

Setelah dari pasar tradisional, tim juga bergerak ke retail modern Swalayan ADA Banyumanik untuk melakukan pengecekan serupa.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu dipimpin langsung Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto, bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari Bappenas pusat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Bulog, hingga Dinas Perizinan.

Harga Cabai dan Bawang Naik, Tapi Tak Signifikan

Di sela-sela peninjauan, Kombes Pol Djoko Julianto berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli. 

Dia menyebut, secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil.

“Cenderung stabil, afa beberapa barang yang naiknya tapi tidak terlalu signifikan,” kata dia seusai kunjungan.

Menurut dia, kenaikan terjadi pada komoditas tertentu seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih. 

Faktor cuaca di musim hujan disebut menjadi penyebab utama terganggunya distribusi.

“Beberapa barang yang naik karena ada kesulitan karena cuaca, misal cabai, bawang merah dan bawang putih karena hujan, tapi stok ada,” imbuhnya.

Sementara itu, stok daging sapi dan daging ayam disebut masih dalam kondisi normal. Permintaan diperkirakan baru akan meningkat mendekati Lebaran.

“Stok daging sapi, daging ayam cenderung normal. 

Kami upayakan kita stabilkan, jangan sampai nanti mendekati Lebaran ada goncangan harga.

Ayam potong dan ayam kampung pantauan sementara normal, minyak goreng, beras juga stok ada,” ungkap dia.

Suara Konsumen dan Pedagang

Di Pasar Jatingaleh, aktivitas jual beli tampak berjalan seperti biasa. 

Fahmi (32), warga Candisari yang pagi itu berbelanja, mengaku harga sejumlah kebutuhan masih tergolong wajar.

“Saya ke sini mencari telur sekalian beras. Telur harga Rp30 ribu per kilogram, yang omega Rp31 ribu. 

Sepertinya masih segitu-segitu saja harganya, malah pernah naik dulu lebih mahal,” kata dia.

Untuk beras, dia menilai harganya masih normal. Soal cabai, dia mengaku tak terlalu mengikuti karena kebutuhannya tidak banyak.

“Kalau cabai saya tidak tahu, karena tidak terlalu butuh, atau belinya sedikit. 

Kalau pun butuh beli ya tinggal disesuaikan saja sama uangnya punya berapa,” ujar dia.

Di sisi lain, Surati, satu di antara pedagang, menyebut harga cabai dinilai sedang tinggi.

“Cabai seperempat kilogramnya Rp30 ribu, kalau sekilo Rp110 ribu. 

Puasa yang nyari banyak, kalau pas nyari banyak tapi barang tidak ada ya mahal, tapi kalau pas barang ada, tidak ada yang mencari ya murah,” tuturnya.

Pedagang lainnya, Ari Praworo, membenarkan adanya kunjungan aparat.

“Ini tadi didatangi polisi cuma ditanya-tanya harganya naik tidak, stoknya aman atau tidak.

Sejauh ini ya aman, harga-harga juga tidak melonjak parah,” ujar dia.

Bulog Jamin Pasokan, Warga Diminta Aktif Melapor

Dukungan ketersediaan stok juga datang dari Bulog Jawa Tengah. 

Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jateng, Gandi Prarista, memastikan distribusi beras SPHP dan Minyak Kita terus digencarkan ke pasar-pasar tradisional.

“Beras SPHP kami distribusikan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp12.500/kg, dan Minyak Kita di harga Rp12.700/liter. 

Untuk persediaan beras saat ini sangat aman, bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun nanti,” ungkap dia.

Baca juga: Satgas Pangan Polda Jateng Pastikan Beras SPHP Sesuai Kualitas dan Kuantitas

Sebagai langkah preventif terhadap praktik spekulan dan pelanggaran pangan, petugas juga menempelkan stiker daftar Harga Acuan Penjualan Tingkat Konsumen di sejumlah kios.

Masyarakat diminta untuk turut mengawasi. 

Jika menemukan harga tidak wajar, barang rusak, atau kedaluwarsa, warga dapat melapor melalui Hotline Satgas Saber Pelanggaran Pangan di nomor 0853-8545-0833. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.