Kolaborasi Pemkot Makassar dan PSM, Lontara+ Jadi Kanal Penjualan Jersey dan Tiket
Alfian February 23, 2026 08:19 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar membuka peluang kolaborasi strategis dengan PSM Makassar untuk memperluas promosi produk dan layanan digital milik pemerintah kota.

Kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan awal antara Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan tim komersial PSM.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Balaikota, Jl Jenderal Ahmad Yani, Senin (23/2/2026). 

Dalam audiensi tersebut Munafri didampingi Kepala Dinas Kominfo Muhammad Roem dan Kepala Dinas Pariwisata Achmad Hendra Hakamuddin. 

Commercial Director PSM Makassar, Hafit Timor Mas’ud, menyampaikan, pihaknya ingin berkolaborasi dari sisi media exposure maupun aktivasi komunitas. 

Dengan kekuatan media sosial dan fanbase PSM yang masif, promosi melalui Lontara+ dinilai dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

“PSM punya engagement media sosial yang luar biasa. Ini menjadi kanal yang sangat efektif untuk membantu produk-produk Pemkot agar lebih dikenal dan langsung menyentuh segmennya,” ujar Hafit Timor Mas’ud.

Menurutnya, Lontara+ punya potensi besar. 

Baca juga: Deretan Kasus Rasisme di Sepakbola Indonesia! Gledson Paixao Kena Serangan Usai Laga Persija vs PSM

Pola kerja sama yang dilakukan dengan aplikasi ini bisa beragam.

Mulai dari penjualan jersey hingga penjualan tiket pertandingan, meskipun mainnya nanti di Kota Pare-pare. 

"Kalau jutaan warga Makassar sebagian besar fans PSM, ini momentum yang tepat untuk mengajak mereka menggunakan Lontara+,” katanya.

Hafit melanjutkan, uji coba integrasi layanan ditargetkan dapat dilakukan pertengahan tahun ini, sebelum musim kompetisi berakhir. 

Ia optimis, ke depan jika infrastruktur Stadion Untia di Makassar telah rampung, potensi promosi digital melalui Lontara+ diyakini akan semakin besar.

Menanggapi hal itu, Munafri merespon baik sinergi yang tercipta dari klub kebanggaan warga Sulawesi Selatan tersebut. 

Ia menilai kolaborasi ini merupakan langkah strategis yang saling menguatkan. 

Munafri juga menambahkan, terkadang biaya promosi melalui eksposur media seringkali jauh lebih besar. 

Karena itu, menurutnya, promosi kolaboratif berbasis aktivasi di Lontara+ Pemkot Makassar dapat menjadi langkah strategis.

“Memang harus dicombine. Kadang-kadang yang susah itu mengevaluasi value-nya. Dengan jumlah aktivasi itu nilai keuntungan promosi selalu bisa dihitung secara angka,” pungkas Munafri.

Ia pun menginstruksikan pembahasan teknis kolaborasi promosi PSM dan Kota Makassar untuk dilanjutkan bersama dinas terkait agar sesuai regulasi dan memiliki skema yang terukur.

"Bentuk kerja samanya nanti diatur detail dengan dinas terkait, supaya bisa dimunculkan secara konkret dan memberi dampak nyata," jelasnya.

Kepala Dinas Kominfo Makassar, Muhammad Roem, menjelaskan Lontara+ menyambut kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PSM Makassar yang memiliki basis pendukung sangat besar.

Menurutnya, kolaborasi yang tercipta akan saling berkebutuhan dalam mempromosikan produk pemerintah. 

“Lontara+ ini salah satu produk unggulan pemerintah kota, siap berkolaborasi untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Dengan animo PSM yang sangat tinggi, tentu ini menjadi peluang saling menguatkan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Roem, Dinas Kominfo dan PSM akan membahas fitur tambahan untuk mendukung integrasi kegiatan promosi PSM. 

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah unduhan dan penggunaan aktif Lontara+ di kalangan warga Makassar, khususnya para pendukung PSM

"Dengan hadirnya Fitur promosi PSM,  Lontara+ ini semakin kaya. Bukan hanya fitur ajuan, tempat wisata, dan layanan publik, tetapi juga untuk unsur sepak bola dan kebanggaannya sendiri terhadap PSM itu juga ada di Lontara+," tutupnya.(*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.