WARTAKOTALIVE.COM - Seorang pria bersenjata nekat mencoba membobol pengamanan rumah pribadi Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida.
Pria tersebut mencoba menerobos kediaman Donald Trump pada Minggu (22/2/2026) waktu AS.
Pelaku pun tewas ditembak agen pengamanan Presiden AS Secret Service saat baru menginjakkan kaki di jarak pengamanan rumah Donald Trump.
Pelaku merupakan pemuda berusia 21 tahun bernama Austin T Martin asal Cameron, North Carolina.
Disebutkan Martin nekat membawa senapan dan jerigen bahan bakar mencoba menerobos jarak pengamanan rumah Donald Trump.
Alhasil, pemuda tersebut langsung ditembak agen Secret Service dan tewas seperti dimuat BBC pada Senin (23/2/2026).
Belum diketahui motif Martin nekat membawa senjata dan bensin serta mendekat ke rumah orang nomor satu AS tersebut.
Namun sebelumnya pelaku sempat dinyatakan hilang oleh keluarganya.
Informasi orang hilang tersebut telah diserahkan kepada pihak berwenang federal sebelum Martin nekat melakukan aksinya dan tewas.
Saat ini pihak berwenang sedang menyelidiki asal senjata yang dibawa Martin ke rumah Donald Trump.
Baca juga: Vatikan Tolak Gabung Board of Peace Usulan Trump, Tolak Inisiatif Perdamaian Gaza di Luar PBB
Sebelum ditembak, Martin sempat diberi peringatan namun mengabaikan perintah Secret Service.
Bahkan Martin menunjukan posisi hendak menembak ketika diberi peringatan oleh agen pengamanan Presiden.
"Satu-satunya kata yang kami ucapkan kepadanya adalah 'jatuhkan barang-barang itu', yang berarti jerigen bensin dan senapan," kata Bradshaw dalam konferensi pers.
"Saat itu dia meletakkan jerigen bensin, mengangkat senapan ke posisi menembak," katanya.
Pada saat itu, para agen melepaskan tembakan untuk menetralisir ancaman.