BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan kembali turun ke lapangan untuk memastikan keamanan takjil yang dikonsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan 144 H, Senin (23/2/2026).
Kali ini, petugas menyasar kawasan penjual wadai yang menjadi pusat keramaian di Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.
Petugas melakukan pengambilan sampel secara acak terhadap berbagai pangan olahan yang dijajakan pedagang.
Kepala BPOM Tanah Bumbu, Difa Ananda mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan pengujian terhadap 31 sampel pangan menggunakan metode Rapid Test Kit.
Langkah cepat ini diambil guna mendeteksi secara langsung adanya kandungan zat berbahaya yang sering disalahgunakan dalam makanan.
Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tanahbumbu, Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan ke Perkantoran
Baca juga: Viral Pencuri Motor Nmax Beraksi di Depan Ruko Jalan Pramuka Banjarmasin, Korban Sampai Terseret
Difa menyebutkan pengujian difokuskan pada empat parameter bahan berbahaya yang dilarang keras penggunaannya dalam pangan.
Parameter tersebut meliputi Formalin, Boraks, serta pewarna sintetis berupa Methanyl Yellow dan Rhodamin B.
Kabar baiknya, dari puluhan sampel yang diperiksa secara teliti oleh petugas di lapangan, tidak ditemukan satupun makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut. Seluruh pangan olahan yang diuji dinyatakan aman untuk dikonsumsi dari sisi parameter kimia.
“Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan di lapangan, seluruh sampel yang diuji tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya berupa Formalin, Boraks, Methanyl Yellow, maupun Rhodamin B,” ujar Difa Ananda kepada Banjarmasinpost.
Hasil ini menjadi angin segar bagi warga Kabupaten Tanah Bumbu yang ingin berburu takjil tanpa rasa was-was. Produk pangan olahan yang beredar di Desa Gunung Antasari dipastikan telah memenuhi persyaratan keamanan pangan yang ketat.
Kendati hasil uji laboratorium lapangan menunjukkan hasil negatif zat berbahaya, BPOM tetap memberikan pesan penting bagi warga. Difa meminta masyarakat tidak lengah dan selalu mengedepankan prinsip ketelitian saat membeli makanan di pasar.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu memperhatikan aspek kebersihan serta mutu pangan.
Pastikan kemasan dalam kondisi baik dan lingkungan tempat berjualan terlihat higienis sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.
(Banjarmasinpost.co.is/Muhammad Fikri Syahrin)