TRIBUNWOW.COM - Berikut sosok Igor Rodrigues, pemain bernilai pasar Rp 6,08 miliar milik Persita Tangerang yang blunder fatal saat lawan Persib Bandung dan berujung diusir wasit.
Dilansir TribunWow.com, dalam pertandingan Persib Bandung melawan Persita Tangerang pada pekan ke-22 Super League 2025/2026, terjadi insiden dramatis yang mencuri perhatian publik.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (22/2/2026) malam, berakhir dengan kemenangan tipis bagi tuan rumah dengan skor 1-0 lewat gol sundulan Andrew Jung di awal babak kedua.
Baca juga: Profil Hokky Caraka, Striker yang Mendadak Jadi Kiper saat Persib Bandung Vs Persita Tangerang
Pada masa injury time, pertandingan memanas setelah kiper Igor Rodrigues melakukan pelanggaran terhadap Beckham Putra Nugraha di luar kotak penalti ketika upaya serangan balik Persib Bandung tengah berjalan.
Wasit kemudian menunjuk VAR untuk mengecek insiden tersebut, dan keputusan akhirnya adalah mengeluarkan Igor dari lapangan dengan kartu merah langsung.
Kartu merah yang diterima sang penjaga gawang menjadi momen kunci drama di laga ini karena Hokky Caraka, yang merupakan penyerang Persita, terpaksa mengisi posisi kiper dadakan.
Meski begitu, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga pertandingan usai, dan kemenangan 1-0 tetap menjadi hasil akhir.
Baca juga: Profil Pemain Kemarin Sore Jebolan Barito yang Potensi ke Liga 1 Malah Bersama PSS Sleman, BCS Cek
Dikutip dari Transfermarkt, Igor Rodrigues lahir pada 5 Mei 1995 di Leiria, Portugal dan memiliki kewarganegaraan Portugal.
Berpostur tinggi 1,91 m, Igor Rodrigues bermain sebagai kiper dengan menggunakan kaki kiri sebagai dominannya.
Dirinya meniti karier sepak bola sejak usia muda dengan bergabung di sejumlah akademi lokal.
Bakatnya sebagai penjaga gawang terus berkembang hingga akhirnya mendapat kesempatan tampil di level profesional.
Nama Igor sempat tercatat sebagai bagian dari sistem pembinaan SL Benfica, meski lebih banyak dipinjamkan ke beberapa klub untuk menambah jam terbang.
Igor juga pernah memperkuat klub-klub Portugal seperti Sporting Covilha, GD Estoril Praia, dan GD Chaves.
Pengalaman tersebut membentuknya sebagai kiper dengan refleks cepat dan kemampuan membaca permainan yang baik.
Sebelum merantau ke Asia, Igor sempat berkarier di Azerbaijan bersama Kapaz PFK.
Di sana ia tampil reguler dan menunjukkan konsistensi di bawah mistar, yang kemudian membuka peluang untuk melanjutkan karier di kompetisi lain.
Langkah besar berikutnya datang saat ia direkrut oleh Persita Tangerang untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.
Kehadirannya langsung memberi dampak signifikan bagi tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut.
Dirinya dipercaya sebagai kiper utama dan kerap melakukan penyelamatan penting dalam berbagai laga krusial.
Seiring berjalannya waktu hingga musim 2025/2026, Igor tetap menjadi andalan Persita.
Penampilannya yang konsisten membuatnya dikenal sebagai salah satu penjaga gawang asing yang cukup berpengaruh di Liga 1.
Meski sempat menjadi sorotan dalam beberapa momen kontroversial di lapangan, kontribusinya secara keseluruhan tetap penting bagi perjalanan Persita di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dikutip dari Transfermarkt, berikut profil Igor Rodrigues:
Nama di negara asal: Igor Carreira Rodrigues
Tanggal lahir / Umur: 5 Mei 1995 (30)
Tempat kelahiran: Leiria
Tinggi: 1,91 m
Kewarganegaraan: Portugal
Posisi: Kiper
Kaki dominan: Kiri
Klub saat ini: Persita Tangerang
Bergabung: 11 Juli 2024
Kontrak berakhir: -
Perpanjangan kontrak: 12 Juni 2025
Terakhir: -
Harga pasar: Rp 6,08 miliar
SC Covilha: 66 pertandingan, 0 gol, 4 kartu kuning, 5.970 menit bermain.
Persita Tangerang: 50 pertandingan, 0 gol, 4 kartu kuning, 1 kartu merah, 4.500 menit bermain.
CD Frirense: 29 pertandingan, 0 gol, 2 kartu kuning, 2.610 menit bermain.
Kapaz PFK: 25 pertandingan, 0 gol, 5 kartu kuning, 2.250 menit bermain.
GD Chaves: 14 pertandingan, 0 gol, 1 kartu kuning, 1.260 menit bermain.
GD Estoril Praira: 6 pertandingan, 0 gol, 1 kartu kuning, 570 menit bermain.
FC Oliveira do Hospital: 1 pertandingan, 0 gol, 1 kartu kuning, 90 menit bermain.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Pradipta Maya Agustania/Yonatan Krisna Halman Tri Santosa)