Grid.ID - Kurma menjadi salah satu buah yang identik dengan bulan Ramadan dan dianjurkan dikonsumsi saat berbuka puasa. Selain mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, kurma juga memiliki beragam manfaat kesehatan berdasarkan kajian ilmiah.
Kurma mengandung banyak nutrisi penting seperti kalium, magnesium, fosfor, zat besi, tembaga, mangan, serta vitamin B6. Buah ini juga kaya serat dan antioksidan yang berperan penting menjaga fungsi tubuh.
1. Kaya Nutrisi dan Sumber Energi
Kurma mengandung karbohidrat alami seperti fruktosa, glukosa, dan sukrosa yang cepat diserap tubuh. Kandungan gula alaminya membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Karena itu, kurma sangat cocok dijadikan menu pembuka sebelum menyantap makanan utama. Kombinasi kurma dan air atau susu bahkan dapat membantu memulihkan stamina dengan cepat.
2. Baik untuk Kesehatan Pencernaan
Kandungan serat dalam kurma membantu mencegah sembelit dan melancarkan sistem pencernaan. Serat juga berperan dalam menjaga kesehatan usus secara keseluruhan.
Dikutip dariKompas.com, penelitian menunjukkan konsumsi beberapa butir kurma per hari dapat meningkatkan frekuensi buang air besar secara signifikan. Selain itu, serat membantu mengontrol lonjakan gula darah.
3. Membantu Mengontrol Gula Darah
Meski rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik (GI) yang relatif rendah. Hal ini membuatnya tidak langsung menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis bila dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Serat dan antioksidan di dalamnya turut membantu pengaturan gula darah, sehingga bermanfaat bagi manajemen risiko diabetes. Namun penderita diabetes tetap disarankan membatasi konsumsinya.
4. Menjaga Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah
Kurma kaya akan kalium dan magnesium yang penting untuk kesehatan jantung. Kandungan tersebut membantu menstabilkan tekanan darah dan menjaga fungsi pembuluh darah.
Beberapa laporan menyebut asupan kalium yang cukup dapat menurunkan risiko stroke hingga signifikan. Konsumsi rutin dalam jumlah moderat dinilai membantu menjaga kesehatan kardiovaskular.
5. Melindungi Otak dari Risiko Penyakit Degeneratif
Antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik dalam kurma berperan melindungi sel dari radikal bebas. Studi laboratorium menunjukkan kurma berpotensi menurunkan penanda inflamasi di otak seperti interleukin-6 (IL-6).
Kandungan tersebut dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Meski begitu, penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan.
6. Menjaga Kesehatan Tulang
Kurma mengandung fosfor, magnesium, kalsium, dan kalium yang penting untuk kekuatan tulang. Mineral-mineral ini telah diteliti potensinya dalam membantu mencegah osteoporosis.
Konsumsi kurma secara rutin dalam pola makan seimbang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kepadatan tulang. Terutama bagi orang yang memasuki usia lanjut.
7. Dianjurkan Dikonsumsi Secara Ganjil Saat Berbuka
Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan kurma. Bahkan, terdapat anjuran mengonsumsinya dalam jumlah ganjil seperti 1, 3, atau 5 butir.
Selain bernilai ibadah, kurma memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol nafsu makan saat berbuka. Namun bagi penderita gangguan ginjal atau diabetes, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan.
Dengan kandungan nutrisi yang lengkap dan manfaat yang luas, kurma bukan hanya simbol Ramadan tetapi juga buah yang baik untuk kesehatan sepanjang tahun.