Jadwal Imsakiyah 6 Ramadhan 1447 H Selasa 24 Februari 2026 di 6 Wilayah Pantura
Hilda Rubiah February 23, 2026 11:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Berikut adalah info jadwal imsakiyah hari ke 6 Ramadhan 2026 untuk 6 wilayah di Pantura.

Saat bulan Ramadhan, jadwal imsakiyah merupakan panduan waktu bagi umat Muslim.


Dalam konteks jadwal di Indonesia, imsak berfungsi sebagai "lampu kuning" atau peringatan agar kita segera menyelesaikan aktivitas sahur (makan dan minum) karena waktu Subuh sudah dekat.

Lewat jadwal imsakiyah, umat muslim juga dapat memperhatikan dan mengetahui kapan waktu mulai waktu salat lima waktu, serta waktu berbuka puasa (Maghrib).

Setiap wilayah jadwal imsak bisa berbeda-beda.

Oleh karena itu, setiap masyarakat yang sedang singgah atau menetap di suatu wilayah dapat menyesuaikan jadwal imsakiyah.

Termasuk bagi umat muslim yang berada di wilayah Pantura, Jawa Barat. Mulai dari Karawang, Subang, Indramayu, Kuningan hingga Cirebon.

Berikut jadwal imsakiyah hari ke 6 Ramadhan 2026 pada Selasa 24 Februrari 2026 untuk 6 wilayah di Pantura.

Baca juga: Jadwal Kajian Ramadhan 2026 di Masjid Salman ITB, Mahfud MD ke Kota Bandung Jadi Pembicara

Jadwal Imsakiyah 6 Ramadhan 1447 H Selasa 24 Februari 2026

Kabupaten Karawang

IMSAK 04:30
SUBUH 04:40
TERBIT 05:53
DUHA 06:21
ZUHUR 12:08
ASAR 15:14
MAGRIB 18:15
ISYA' 19:24

Kabupaten Subang

IMSAK 04:28
SUBUH 04:38
TERBIT 05:51
DUHA0 6:19
ZUHUR 12:06
ASAR 15:12
MAGRIB 18:13
ISYA' 19:23
 
Kabupaten Indramayu

IMSAK 04:26
SUBUH 04:36
TERBIT 05:49
DUHA 06:17
ZUHUR 12:03
ASAR 15:10
MAGRIB 18:11
ISYA' 19:20
 
Kabupaten Kuningan

IMSAK 04:25
SUBUH 04:35
TERBIT 05:44
DUHA 06:15
ZUHUR 12:03
ASAR 15:09
MAGRIB 18:15
ISYA' 19:20

Kabupaten Cirebon

IMSAK 04:25
SUBUH 04:35
TERBIT 05:48
DUHA 06:16
ZUHUR 12:03
ASAR 15:09
MAGRIB 18:10
ISYA' 19:20
 
Kota Cirebon


IMSAK 04:25
SUBUH 04:35
TERBIT 05:48
DUHA 06:15
ZUHUR 12:02
ASAR 15:09
MAGRIB 18:10
ISYA' 19:20

Baca juga: Materi Kultum Ramadhan 2026 Singkat tentang Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Bacaan Doa Niat Puasa Ramadhan

Berikut bacaan niat puasa di bulan Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

Niat merupakan salah satu syarat sah puasa. 

Lantas, kapan membaca niat puasa yang seharusnya di Ramadhan diucapkan?

Apakah ketika malam hari, ketika subuh atau ketika matahari sudah terbit? 

Menurut Ustaz Satibi Darwis, cara melakukan niat untuk puasa sunnah dan puasa wajib berbeda.


Perbedaanya terletak pada waktu pengucapan niat.

"Niat puasa untuk yang sunnah tidak wajib dilakukan malam hari, artinya kalau puasa sunnah niatnya boleh di pagi hari asalkan di pagi hari belum makan."

"Maka ketika dia ingat ingin berpuasa boleh dia berniat langsung untuk puasa sunnah," ujarnya dilansir YouTube Tribunnews.com program Tanya Ustaz.

Ia menjelaskan puasa Ramadhan merupakan puasa wajib dan cara mengucapkan niat puasa Ramadhan ada dua macam.

Cara yang pertama berdasarkan Jumhurul Ulama dari Maliki, Syafii dan Hambali.

Dalam pandangan ini, niat puasa bulan Ramadhan wajib dilakukan pada waktu malam hari.

Hal ini sesuai dengan Hadist yang artinya:
Siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak sah puasanya

"Hadis ini menjadi acuan yang diambil oleh madzhab Maliki, Syafii dan Hambali bahwa niat harus disampaikan pada waktu malam hari," ujarnya.

Kemudian cara yang kedua berasal dari madzhab Hanafi.

Di sini niat puasa Ramadhan boleh dilakukan setelah fajar sampai pertengahan siang hari.
Sesuai dengan firman Allah, Al-quran Surat Al-Baqarah ayat 187:

Dan makanlah, minumlah kalian sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam dari fajar kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.

"Ayat inilah yang menjadi pegangan Hanafi puasa Ramadhan bisa juga setelah fajar orang itu berniat tapi batasannya dari fajar sampai pertengahan siang hari," ungkapnya.

Namun dari dua pandangan tersebut, Ustaz Satibi lebih menganjurkan menggunakan cara dari Jumhurul Ulama yaitu Maliki, Syafii dan Hambali.

Apabila umat Islam ada yang sering lupa mengucapkan niat ketika ingin berpuasa, Ustaz Satibi menganjurkan untuk menggunakan madzhab Maliki yang memperbolehkan berniat untuk satu bulan penuh berpusa dan sekali niatnya diawal Ramadhan.

Menurutnya, cara ini sebagai antisipasi jika sering terlupa mengucapkan niat puasa.

"Maka pandangan ini sebagai jaga-jaga agar kita kalau khilaf dan lupa jika belum berniat puasa Ramadhan. Pandangan yang paling rajih setiap malam kita berniat puasa Ramadhan. Bagus juga mengikuti madzhab Maliki berniat diawal Ramadhan," ungkapnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.