Jaga Asta Cita Prabowo, IMI Minta Agrinas Batalkan Impor 105 Ribu Mobil dari India
Choirul Arifin February 24, 2026 12:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum IMI (Ikatan Motor Indonesia) Pusat Moreno Soeprapto tegas meminta kepada PT Agrinas Pangan Nusantara agar membatalkan impor 105 ribu unit kendaraan niaga jenis pikap dan truk ringan dari India.

Pikap dan truk tersebut akan dipakai mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih.

"Dengan Agrinas mengimpor ratusan ribu kendaraan pikap dan light truck - meski untuk transportasi logistik KDMP - tidak sesuai dengan Asta Cita yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ungkap Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto, Senin, 23 Februari 2026.

IMI merupakan induk organsasi bermotor di Indonesia. Selain sebagai regulator terkait motorsport, juga Mobility yang di dalamnya juga mengurusi soal mobil modifikasi, rancang bangun kendaraan, builder hingga konversi mobil listrik.

Moreno yang juga kader Partai Gerindra tersebut menyebutkan, arah kebijakan Presiden Prabowo adalah membuka banyak lapangan kerja untuk menekan tingginya angka pengangguran.

"Dengan melakukan impor 105 ribu unit mobil secara utuh (completely built up) dengan nilai hampir Rp25 triliun berarti peluang membuka lapangan kerja buat masyarakat Indonesia itu tidak ada. Yang ada, justru memberi lapangan kerja buat India," lanjut Moreno.

Baca juga: Profil Joao Mota Dirut Agrinas Pangan Nusantara yang Bicara Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India

Di sisi lain, spesifikasi pikap dan light truck yang akan diimpor BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara tersebut, sejatinya juga tersedia di Tanah Air.

Ekosistem IMI

Menurut Moreno, momentum ini justru bisa menjadi peluang besar untuk menunjukkan bahwa industri rancang bangun dan modifikasi kendaraan dalam negeri sudah sangat siap dan kompeten, untuk memenuhi kebutuhan KDMP.

"Di bawah ekosistem IMI, kita memiliki banyak builder dan engineer lokal yang kemampuannya tidak kalah dengan luar negeri," ujar Moreno sembari menambahkan Bidang Modifikasi dan Mobil Listrik di IMI dipimpin figur yang sangat kompeten Andre Mulyadi.

Beberapa anggota IMI sudah mampu melakukan konversi kendaraan secara menyeluruh, termasuk rancang bangun dari sasis, body, hingga sistem penggerak, baik mesin konvensional maupun listrik.

Baca juga: Soal Impor 105.000 Unit Pikap dan Truk dari India oleh Agrinas, APM Sempat Diajak Ikut Tender

"Bahkan sudah ada karya konversi listrik yang dibangun oleh anggota IMI dengan standar engineering yang baik," lanjut Moreno politikus Partai Gerindra.

Selain itu, builder seperti Signal Kustom bahkan sudah mengembangkan prototipe kendaraan listrik sejak 2009.

Artinya, kapasitas industri otomotif sudah ada dan sangat mampu di dalam negeri. Jika pengadaan kendaraan tersebut bisa dipasok oleh industri otomotif dalam negeri, akan menjadi stimulus ekonomi bagi UMKM otomotif dan industri kreatif.

Selain itu juga bisa menjadi bukti konkret dukungan IMI dan Pemerintah terhadap kemandirian industri otomotif nasional serta sekaligus sebagai panggung untuk menunjukkan kompetensi anak bangsa.

"Pemerintah dan IMI bisa mengambil peran strategis sebagai fasilitator dan quality gate agar kendaraan yang dibangun memenuhi standar keselamatan, regulasi, dan kelayakan jalan," beber Moreno.

Dan hal ini dapat menjadi pertimbangan strategis agar kebijakan yang diambil bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga investasi bagi industri otomotif nasional ke depan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.