SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Kabupaten Bondowoso tengah 'dikepung' bencana alam akibat hujan deras, Senin (23/2/2026) malam.
Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah titik, dan terus bertambah jumlahnya.
BPBD Bondowoso semula mencatat laporan 12 titik banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan pada sore hari.
Namun sekitar pukul 19.00 WIB, laporan sementara kembali masuk.
Yang terbaru tercatat terjadi pohon tumbang, tanah longsor, serta air sungai meluap ke sawah di dua titik di RT 5 dan RT 13, RW 1, Dusun Krajan Utara, Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan.
Atap dapur rumah warga atas nama Mutmainah dilaporkan mengalami kerusakan.
Kemudian akses jalan satu-satunya penghubung RT 4 dan RT 5 tertutup material longsoran.
Pantauan SURYA.CO.ID di lokasi, TNI, Polri, BPBD, serta warga melakukan pembersihan material longsor hingga pukul 22.52 WIB.
Baca juga: Belasan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang di Poncogati Bondowoso Diterjang Cuaca Ekstrem
Mutmainah, pemilik rumah mengatakan hujan di desanya terjadi sejak pukul 10.00 WIB pagi.
Namun longsor terjadi saat dia dan keluarganya berbuka puasa.
Beruntung, saat terdengar suara keras seluruh keluarga langsung menyelamatkan diri.
"Saat buka puasa tadi, itu atap rumah saya kena sedikit," ungkapnya.
Sementara itu data terbaru hingga pukul 21.40 WIB, dilaporkan banjir terjadi di Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, serta tanah longsor menimpa atap dan dinding rumah warga di Dusun Tugu, Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel.
Dengan bertambahnya laporan ini, maka total bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta jembatan ambles terjadi di 16 titik di Bondowoso dalam sehari ini.
Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekontruksi, BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan tim sampai malam ini semuanya berada di lokasi melakukan evakuasi material longsor.
Ada pula sebagian bencana yang dibersihkan sendiri oleh warga.
"Kita sekarang bergerak di Kabuaran, evakuasi tanah longsor karena menutup akses jalan," pungkasnya.