TRIBUNJOGJA.COM - Dehidrasi bukan hanya bikin lemas, tapi juga bisa mengganggu fokus dan kesehatan jangka panjang.
Terlebih saat menjalankan ibadah puasa, karena tubuh tidak akan mengonsumsi makanan dan minuman selama belasan jam.
Karena itu, penting pula menjaga asupan cairan selama berpuasa, agar terhindar dari dehidrasi.
Terapkan Rumus 2-4-2
Salah satu alasan utama dehidrasi saat puasa adalah pola minum yang tidak teratur.
Untuk memenuhi kebutuhan 2 liter (sekitar 8 gelas) air per hari, gunakan rumus 2-4-2:
2 Gelas saat Berbuka: Satu gelas saat membatalkan puasa, satu gelas setelah makan tajil/makanan berat.
4 Gelas di Malam Hari: Diminum secara bertahap antara waktu salat Isya hingga sebelum tidur.
2 Gelas saat Sahur: Satu gelas saat bangun tidur, satu gelas setelah selesai makan sahur.
Prioritaskan Makanan dengan Kadar Air Tinggi
Jangan hanya mengandalkan air mineral.
Pilihlah menu sahur dan berbuka yang mengandung banyak air secara alami.
Seperti buah-buahan yang mengandung banyak air, semisal semangka, melon, jeruk, dan stroberi.
Atau sayuran semisal mentimun, selada, tomat dan sup bening (bukan santan kental).
Baca juga: Tips Berpuasa di Bulan Ramadan bagi Penderita Maag
Hindari Kafein dan Garam
Batasi Kopi dan Teh. Kafein bersifat diuretik, yang artinya memicu ginjal untuk membuang lebih banyak air melalui urin.
Makanan terlalu asin (seperti gorengan berlebih atau mi instan) juga akan menyerap cairan dalam sel dan membuat Anda merasa jauh lebih haus di
siang hari.
Atur Suhu Tubuh dan Aktivitas
Jika memungkinkan, hindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam terik (pukul 11.00 – 15.00).
Jika harus berolahraga, pilihlah waktu 30 menit sebelum berbuka atau setelah tarawih agar cairan yang hilang bisa segera diganti. (*)