Kajian dan Bukber di Masjid Jenderal Besar Soedirman, Dapat Ilmu dan Kenyang
khoirul muzaki February 24, 2026 08:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Kholil Arfan (20) bergegas mendatangi Masjid Jenderal Besar Soedirman Purwokerto di Jalan Gatot Subroto, menjelang waktu berbuka puasa, Senin (23/2/2026).


Mahasiswa semester 6 yang tengah menempuh pendidikan program studi Ilmu Al- Qur'an dan Tafsir (IAT) di UIN Saizu Purwokerto itu, terbiasa ngabuburit di masjid tersebut. 


Dia datang sejak pukul 17.00 WIB, untuk mengikuti kajian tematik.


Tak hanya Arfan, banyak mahasiswa lain termasuk kalangan orangtua yang tiap sore berbondong-bondong ikut ngabuburit sambil mengaji.


"Sebelum buka di sini ada kajiannya, itu menambah wawasan. Tema yang diangkat juga sifatnya umum, jadi mudah dipahami berbagai kalangan," katanya kepada tribunbanyumas.com. 


Selain kajian, menurut Arfan, di masjid tersebut juga menyediakan buka puasa bersama gratis.


Suasana berbuka puasanya menjadi enak karena tidak sendirian, tetapi beramai-ramai.


Semua jamaah yang mengikuti kajian nantinya makan bersama dengan saling berhadapan-hadapan. 


"Ada bareng-bareng teman. Apalagi lalu kenalan dengan orang yang belum dikenal," ungkap mahasiswa asal Brebes. 


Arfan mengatakan, untuk menu buka bersama yang disediakan pengurus masjid yaitu nasi kotak.


Selain itu juga diberi kurma sesuai sunah rasul, air putih, dan teh.


Untuk lauk nasi kotaknya biasanya ayam, telur, dan sayur-sayuran. 


"Menunya juga enak. Alhamdulillah bagi kami mahasiswa ini sangat bermanfaat dan membantu," jelasnya. 


Kegiatan Ramadan 


Koordinator marbot, Deni Usmanto mengatakan, ada empat kegiatan kajian selama Ramadan di Masjid Jenderal Besar Soedirman. 


Pertama, kajian menjelang berbuka puasa dari pukul 17.00 sampai 10 menit sebelum waktu maghrib. 


Sebelum terawih ada kajian kultum sekira 15 menit, dilanjutkan salat tarawih dan selesai sekira pukul 21.00.


"Ada kajian bada subuh sampai waktu syuruq pukul 05.56," ujarnya. 


Menurut Deni, terakhir adalah kajian muslimah yang dilaksanakan pada Senin- Kamis, pukul 09.00- 10.30.


Empat kajian tersebut berlangsung full sebulan.


Selain itu, ada juga kegiatan iktikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. 


"Saat iktikaf itu, kami ada pesantren anak. Dimulai setelah isya dilanjutkan tarawih di ruang auditorium," jelasnya. 


Sediakan Buka Puasa


Deni menjelaskan, setelah kajian sore hari, pengurus masjid juga menyediakan buka puasa bersama dengan nasi kotak di auditorium masjid.


Sistemnya menggunakan kupon, sehingga mengutamakan yang datang lebih awal.

Baca juga: 55 Jabatan Lurah di Kota Semarang Kosong Belum Terisi


Setelah kajian selesai 10 menit sebelum maghrib, jamaah akan diarahkan menuju auditorium. 


"Kita buka puasa setiap hari terbuka untuk umum," katanya. 


Deni mengatakan, setiap harinya ada sekira 400 porsi lebih yang disediakan.


Targetnya 450 porsi, tapi baru tercapai sekira 420 porsi.


Mereka yang tidak kebagian kupon, biasanya akan mendapatkan kurma dan snack saja.


"Kita target 450 porsi nasi kotak, tapi yang sudah terpenuhi baru 420 porsi. Ini full sampai Ramadan selesai," jelasnya. 


Deni berharap, melalui kegiatan kajian selama Ramadan, masyarakat bisa menjadi lebih paham tentang agama Islam dengan baik dan benar.


"Kemudian juga lebih sadar akan adanya masjid di lingkungan ini dan lebih menguatkan keimanan dan ketakwaan," harapnya. (fba)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.