Evaluasi Badung Caka Fest Tahun Lalu, Komisi IV DPRD Harapkan Tahun Ini Tidak Dihujani Protes
Putu Dewi Adi Damayanthi February 24, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Komisi IV DPRD Badung menggelar rapat dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung di ruang rapat Gosana III Kantor DPRD Badung, Bali, pada Senin 23 Februari 2026. 

Rapat dilakukan terkait persiapan Badung Caka Fest yang akan digelar tanggal 6, 7 dan 8 Maret 2026 di Puspem Badung.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Made Suwardana didampingi anggota komisi I Gede Suraharja, Wayan Joni Pargawa dan Luh Putu Sekarini.

Made Suwardana mengatakan, rapat dilakukan terkait persiapan Badung Caka Fest yang salah satu kegiatannya di dalamnya adalah lomba ogoh-ogoh se-Kabupaten Badung.

Baca juga: Update Perda Angkutan Sewa Pariwisata Berbasis Aplikasi, Komisi 3 DPRD Bali ke Kemendagri 

“Rapat kerja hari ini sebagai evaluasi dari kegiatan tahun lalu. Kita tentu merasa khawatir kejadian seperti itu terulang kembali yang dihujani berbagai protes. Jadi, kita mengantisipasi kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” terangnya usai rapat.

Suwardana juga meminta Disbud Badung mengantisipasi berbagai hal seperti, kemacetan dan pementasan.

“Saat pementasan tentu saja pasti melibatkan banyak orang, kita antisipasi itu agar tidak terjadi keributan dan juga saat penilaian. Agar para peserta merasa diperlakukan dengan adil, mendapat hak yang sama dan juga perasaan nyaman,” ujarnya.

Wayan Joni Pargawa menambahkan, agar pemasangan tenda untuk peserta lomba ogoh-ogoh juga menjadi perhatian Disbud Badung. 

Joni meminta Disbud mempersiapkan tenda yang lebih kokoh dan lebih proper.

“Apalagi sekarang masih musim hujan. Jangan sampai seperti tahun lalu. Kita sampai dihujat di sosmed karena masalah tenda. Tahun ini tolong dipersiapkan tenda yang lebih baik,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, Gde Eka Sudarwitha tahun ini lebih mencermati dan menyempurnakan kriteria lomba di tingkat zona dan kabupaten. 

Pada tingkat kabupaten, pihaknya akan memisahkan persentase antara fisik ogoh-ogoh dan fragmennya.

“Kita tetapkan 75 persen untuk ogoh-ogoh dan  25 persen untuk fragmennya. Kemudian jurinya juga sudah kita tetapkan di awal 5 untuk juri lomba gogoh dan 2 untuk juri lomba fragmentari,” paparnya.

Menurutnya, tahun 2026 ini kreativitas sekaa teruna dan yowana jauh lebih meningkat. 

Eka Sudarwitha membeberkan, tahun ini dari 597 sekaa teruna dan yowana sebanyak 425 ogoh-ogoh sudah 100 persen jadi. 

Sedangkan tahun 2025 lalu hanya 300an ogoh-ogoh yang tuntas saat penilaian zona.

“Jadi dalam pengertian ini sudah selesai keseluruhannya, termasuk aksesoris dan ditunjukkan dengan termasuk sinopsis dan sebagainya. Namun, di luar itu juga sebenarnya banyak yang sudah selesai tetapi belum tuntas seperti aksesorisnya, sinopsis dan lain-lain,” tuturnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.