TRIBUNKALTIM.CO - Pertandingan leg kedua babak play-off knockout Liga Champions akan mempertemukan dua raksasa Eropa, yakni Real Madrid melawan Benfica di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid.
Laga Real Madrid vs Benfica di playoff Liga Champions berlangsung pada Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB.
Laga ini menjadi penentuan langkah menuju babak 16 besar, setelah pada pertemuan pertama pekan lalu Los Blancos sukses mencuri kemenangan tipis 1-0 di Portugal.
Pada leg pertama tersebut, satu-satunya gol dicetak oleh Vinicius Junior di babak kedua. Gol itu menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat dan penuh tensi tinggi.
Baca juga: Prediksi Skor Inter Milan vs Bodo/Glimt di Play-off Liga Champions dan Susunan Pemain
Namun skor 1-0 disebut jauh dari menggambarkan keseluruhan cerita pertandingan. Ada peristiwa besar yang terjadi usai gol tersebut yang membuat laga sempat terhenti.
Vinicius menuduh pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan pelecehan rasial terhadapnya. Insiden tersebut membuat pertandingan dihentikan selama kurang lebih 10 menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Otoritas sepak bola Eropa, UEFA (Union of European Football Associations, badan pengatur sepak bola Eropa), masih melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut.
Peristiwa itu mendominasi diskusi pasca-pertandingan dan menambah ketegangan menjelang leg kedua di Bernabeu.
Pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, disebut akan memastikan kondisi mental Vinicius benar-benar siap sebelum memutuskan komposisi akhir timnya.
Meski demikian, sang penyerang Brasil diperkirakan tetap menjadi starter dan berambisi mencetak gol dalam laga kelima secara beruntun.
Real Madrid datang ke pertandingan ini dengan modal kurang meyakinkan setelah takluk 1-2 dari Osasuna di ajang La Liga, kompetisi kasta tertinggi Liga Spanyol.
Kekalahan tersebut membuat posisi mereka berada di peringkat kedua klasemen sementara.
Jika ingin memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions, performa Los Blancos jelas harus meningkat signifikan.
Secara historis, Real Madrid memiliki rekor impresif melawan klub-klub Portugal. Mereka memenangi lima dari enam pertemuan terakhir menghadapi wakil negeri tersebut.
Jika mampu mempertahankan keunggulan agregat, Madrid akan menghadapi antara Sporting Lisbon atau Manchester City di babak 16 besar dalam format dua leg (kandang dan tandang).
Di sisi lain, Benfica juga datang dengan kepercayaan diri usai menang 3-0 atas AFS dalam lanjutan liga domestik. Namun pelatih kepala mereka, Jose Mourinho, tidak akan mendampingi tim dari pinggir lapangan di Bernabeu karena mendapatkan kartu merah pada leg pertama.
Absennya sosok berpengalaman seperti Mourinho tentu menjadi kerugian tersendiri bagi tim berjuluk Eagles tersebut.
Menariknya, dalam rekor pertemuan langsung atau head to head sepanjang sejarah, Benfica sebenarnya sedikit unggul dengan tiga kemenangan dan dua kekalahan atas Real Madrid.
Salah satu yang paling dikenang adalah kemenangan dramatis 5-3 di final Piala Eropa 1962, yang kala itu masih menjadi nama lama Liga Champions.
Meski demikian, catatan Benfica menghadapi klub Spanyol belakangan ini kurang meyakinkan.
Mereka kalah dalam enam dari delapan laga terakhir melawan tim Spanyol, termasuk tersingkir kandang dan tandang dari Barcelona di babak 16 besar musim lalu.
Dari total 27 pertemuan melawan klub La Liga, Benfica menderita 15 kekalahan. Bahkan dalam 14 laga tandang ke Spanyol, mereka hanya meraih dua kemenangan.
Statistik dua leg juga berpihak pada Real Madrid. Benfica memang memenangi delapan dari 11 pertandingan dua leg terakhir mereka di kompetisi Eropa.
Namun Madrid jauh lebih dominan, dengan memenangkan 22 dari 23 laga Eropa ketika mereka sudah unggul di leg pertama.
Dari segi performa, Real Madrid di Liga Champions mencatatkan tren kalah-menang-kalah-menang-kalah-menang, sementara di semua kompetisi mereka memiliki catatan kalah-menang-menang-menang-menang-kalah.
Adapun Benfica di Liga Champions membukukan kalah-menang-menang-kalah-menang-kalah dan secara keseluruhan menang-seri-menang-menang-kalah-menang.
Untuk kabar tim, Vinicius dipastikan masuk dalam starting XI. Ia akan berusaha mencetak gol untuk kelima kalinya secara beruntun. Namun Real Madrid kehilangan beberapa pemain penting.
Rodrygo masih absen karena skorsing, sementara Jude Bellingham, Eder Militao, dan Dani Ceballos harus menepi akibat cedera hamstring dan betis. Dean Huijsen juga diragukan tampil karena masalah otot.
Formasi lini tengah sempit dengan empat pemain kemungkinan kembali digunakan. Federico Valverde dan Arda Guler diprediksi mengisi sisi sayap, dengan duet Kylian Mbappe dan Vinicius di lini depan. Aurelien Tchouameni akan menjadi jangkar di lini tengah.
Kemungkinan susunan pemain Real Madrid: Courtois; Alexander-Arnold, Asencio, Rudiger, Carreras; Valverde, Guler, Tchouameni, Guler; Mbappe, Vinicius.
Sementara itu, Prestianni diskors sementara oleh UEFA sehingga tak bisa bermain. Benfica hanya kehilangan satu pemain karena cedera, yakni Joao Veloso yang mengalami masalah bahu. Selebihnya, skuad berada dalam kondisi fit.
Dodi Lukebakio berpeluang tampil di sektor sayap, sedangkan Richard Rios bisa mengisi lini tengah. Ujung tombak tetap dipercayakan kepada Vangelis Pavlidis yang sudah mencetak 28 gol di semua kompetisi musim ini.
Kemungkinan susunan pemain Benfica: Trubin; Dedic, Araujo, Otamendi, Dahl; Rios, Aursnes; Lukebakio, Rafa, Schjelderup; Pavlidis.
Berdasarkan analisis Sportsmole, prediksi skor laga ini adalah Real Madrid 2-1 Benfica, yang berarti Los Blancos lolos dengan agregat 3-1.
Meski performa Real Madrid belum sepenuhnya konsisten, pengalaman dan mental juara mereka di kompetisi Eropa diyakini menjadi pembeda di Bernabeu.