BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Polemik dugaan kue berjamur dan ubi cilembu buruk dalam paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batibati mendapat perhatian serius dari petugas pendamping program di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pelda Martiman dari Kodim 1009/Tanah Laut selaku pendamping dan pengawas MBG BGN Tanahlaut langsung bergerak setelah menerima informasi keluhan wali murid yang viral di media sosial sejak Senin petang kemarin.
Pihaknya segera melakukan koordinasi dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk memastikan kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat tetap sesuai standar.
Klarifikasi dari pihak SPPG Kecamatan Batibati telah didapat.
Baca juga: Viral di Tanahlaut Keluhan Dugaan Kue MBG Berjamur, SPPG Batibati Ujung Beri Klarifikasi
Kue (donat) yang disebut-sebut berjamur, berdasar penjelasan pihak dapur MBG setempat adalah tepung yang menempel.
Sedangkan ubi cilembu yang disebut buruk, warna gelap yang muncul merupakan proses karamelisasi alami yang timbul saat pengolahan.
Meski demikian Martiman menegaskan pentingnya penguatan pengawasan.
“Pengawasan internal harus lebih diperketat, apalagi memasuki bulan Ramadan. Jangan sampai ada kelalaian yang menimbulkan keresahan,” tegasnya, Selasa (24/2/2026).
Ia menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh agar makanan yang disajikan benar-benar halal, sehat, dan sesuai kebutuhan gizi anak-anak.
Menurutnya, ada beberapa poin yang harus menjadi perhatian pihak SPPG selama Ramadan yaitu:
Martiman menegaskan, pendampingan TNI bukan sekadar formalitas, tetapi untuk memastikan program MBG berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik berulang.
Di sisi lain, ia juga mengimbau para wali murid dan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Pikir sebelum posting. Pastikan informasi yang dibagikan benar dan tidak merugikan pihak lain. Jangan sampai menyebarkan hoaks,” pesannya.
Baca juga: Menu MBG Saat Ramadan di SMAN 2 Banjarbaru, Telur, Roti, Jeruk dan Susu Dibungkus Plastik
Ia berharap komunikasi antaraorang tua, sekolah, dan penyedia MBG dapat diperkuat sehingga tiap persoalan bisa diselesaikan melalui klarifikasi dan evaluasi, bukan langsung menjadi konsumsi publik yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Dengan pengawasan yang diperketat selama Ramadan, Martiman optimistis program MBG di Tanah Laut tetap berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat maksimal bagi para penerima.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)