TRIBUNTRENDS.COM - Nama Haji Her belakangan ini terus menjadi buah bibir. Sosok yang kerap dijuluki sebagai Crazy Rich Madura ini mencuri perhatian bukan karena kemewahan yang dipamerkan, melainkan karena aksi sosialnya yang dinilai luar biasa. Dari membangun ribuan rumah hingga konsisten membantu korban bencana, kedermawanannya seringkali menjadi viral di jagat maya.
Salah satu aksi fenomenalnya yang belum lama ini terjadi adalah di Bangkalan. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelolanya, pria bernama lengkap Haji Khairul Umam ini membagikan uang tunai sebesar Rp 50.000 di dalam ribuan ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa.
Meski memiliki pengaruh besar dan kekayaan melimpah, Haji Her menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik untuk terjun ke panggung politik. Ia menjamin bahwa seluruh gerakan sosialnya murni atas dasar kemanusiaan, tanpa embel-embel kampanye.
"Saya tidak ingin jadi pejabat, langsung dilantik pun saya tidak mau," tegas Haji Her pada Senin (23/2/2036), melansir dari Kompas.com.
Bagi CEO PT Bawang Mas Group ini, membantu masyarakat miskin dan korban bencana adalah misi utama. Salah satu keberaniannya yang paling dikenang adalah saat ia berani membeli tembakau dengan harga tinggi demi melawan dominasi pabrikan besar yang kerap merugikan rakyat kecil.
Baca juga: DISURUH Haji Her Bagi-bagi Uang, Gus Miftah Diduga Lakukan Pelanggaran Pemilu, Bawaslu: Politik Uang
"Kita kan kaya dari tembakau. Sudah dikasih rezeki sama yang kuasa sudah saatnya kita kembalikan ke petani. Berbagi dan pemerataan ekonomi," ucapnya tulus.
Terkait keterlibatannya dalam program Makan Bergizi Gratis, ia mengaku tidak mencari keuntungan finansial. "Saya tidak mengambil untung dalam pengelolaan dapur MBG. Justru hasilnya kita salurkan ke penerima," ujarnya. Ia bahkan berpesan ketat kepada timnya agar kualitas gizi makanan tidak boleh dikurangi sedikit pun demi kecerdasan anak bangsa.
Menariknya, di balik statusnya sebagai pengusaha kelas kakap, Haji Her dikenal sangat bersahaja. Peci cokelat dan sarung telah menjadi identitasnya sehari-hari. Bahkan, gaya ini tetap ia pertahankan saat melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Saya enak, nyaman pakai sarung. Sudah kebiasaan. Pernah dulu pakai celana cuma belakangan ini pakai sarung terus," ungkap pria kelahiran Pamekasan, 25 November 1981 ini.
Baca juga: Haji Her Crazy Rich Madura Bagi-bagi Rp 50 Ribu, Tak Ambil Untung dari MBG: Uang Saya Udah Banyak
Kesuksesan Haji Her tidak datang begitu saja. Ia merupakan pemain kunci dalam industri tembakau tanah air. Dalam sebuah pertemuan dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI pada Mei 2024 lalu, terungkap bahwa perusahaannya adalah penimbun tembakau terbesar di Indonesia.
"Pasti seluruh pabrikan mesti ngerti ke kita. Jadi saya paham betul apa itu permasalahan tembakau," jelasnya.
Dengan pengalamannya tersebut, Haji Her merasa memiliki tanggung jawab untuk mensejahterakan sekitar 15 juta petani tembakau di seluruh penjuru negeri. Ia bahkan sempat berdiskusi khusus mengenai masa depan bisnis ini dengan tokoh besar industri, Victor Hartono dari Djarum Foundation.
"Victor Hartono ke Madura dengan kita juga. Dia itu putra mahkotanya Djarum," tutup Haji Her.
Selain sektor tembakau, gurita bisnisnya juga merambah ke dunia kuliner dan minuman melalui Bento Group Indonesia yang menaungi brand populer seperti Bento Kopi. Sosoknya menjadi bukti bahwa kekayaan besar tetap bisa berjalan beriringan dengan kesederhanaan dan kepedulian sosial yang nyata.