WNI Bengkulu Korban Loker Scam di Kamboja Terima Donasi Rp8 Juta, Jambi Belum
asto s February 24, 2026 12:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 21 warga negara Indonesia (WNI) korban penipuan lowongan kerja scam di Kamboja, diberangkatkan dari penampungan Kamboja menuju Indonesia pada Selasa (24/2/2026).

Mereka berasal dari Bengkulu, Medan, dan Jakarta. Belum ada warga Jambi diberangkatkan.

Sebelumnya, lebih dahulu telah ada 15 WNI yang juga korban kasus sama diberangkatkan pada Senin (23/2/2026). Mereka berasal dari Manado, Jakarta, Medan, dan Palembang.

Warga Jambi, Andri Budi Sanjaya, membagikan foto dan video suasana keberangkatan para korban loker scam di penampungan itu kepada Tribunjambi.com.

Dalam foto dan video tersebut, para korban tampak berbaris. Mereka menggendong tas, memegang koper barang lainnya.

Mereka tampak didata oleh petugas berseragam, kemudia memasuki mobil. 

Andri menuturkan petugas itu berasal dari sopir imigrasi Kamboja dan Police Cambodia.

“Ada 21 orang, berasal dari Bengkulu, Medan, Jakarta. Bengkulu sudah berangkat semua,” katanya.

Andri menjelaskan, korban asal bengkulu diberi donasi Rp8 juta per orang. 

Donasi itu diberikan kepada korban loker scam yang di sana di bawah satu tahun.

“Bengkulu dikasih donasi sama pemerintahnya 8 juta per orang, dengan syarat bekerja di scam tidak lebih 1 tahun, udah kosong orang Bengkulu disini,” jelasnya.

Dia juga mengabarkan situasi terkini WNI di penampungan Imigrasi Indonesia-Tiongkok.

Saat ini, Andri mengaku mereka sahur dan makan dengan nasi yang nasi kemarin.

“Makan nasi semalam. KBRI belum ada datang, ntah di mana mereka, udah 3 hari ga kemari,” ucapnya.

Sementara itu, korban lainnya, Armaha Yarapini br Sinaga mengaku mendengar kabar ada warga Jambi lainnya berada di Hotel.

Hal itu diketahuinya saat memanggil nama korban yang berasal dari Jambi, satu di antaranya Chilva Shety Priyanka Elwani.

“Aku berteriak ‘mana orang Jambi,’ aku sebut nama Chilva. Ada yang bilang dia ada di hotel,” ungkapnya.

Di sisi lain, korban asal Binjai ber-KTP Jakarta Timur itu meminta Pemerintah Indonesia untuk menjemputnya.

Armaha juga mengaku bahwa dia bukan pekerja scam atau judul, melainkan hanya seorang koki.

“Berhubung karna saya ga ada paspor, makanya saya harus ikut protes juga dipenampungan ini. Sebab saya sudah tidak punya biaya lagi, banyak orang lumpuh dan sakit,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Cerita Warga Jambi di Kamboja: Dikhianati Keluarga hingga Kejang-kejang Masuk Ambulans

Baca juga: Nasabah Bank Jambi Bisa Bertansaksi di Counter, Pelanggaran UU ITE Dilaporkan ke Polda

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.