TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana, Denis Yusuf Sawi mengecam postingan di sosial media Facebook tentang "asal mula nama Kaimana".
Ia menyebut bahwa dalam postingan salah satu pengguna akun Facebook berinisial NR pada Rabu (18/5/2026), menjelaskan "Ketika *** ** dari ***, Bertemu Raja Namatota Sehingga Disebut Kaimana".
Denis Sawi yang juga Anggota Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPRK Kaimana menilai bahwa postingan tersebut berpotensi menciderai sejarah daerah Kaimana.
Postingan tersebut kini telah mendapat 317 tanda reaksi, 530 komentar dan dibagikan oleh netizen sebanyak 309 kali.
"Kami dari Fraksi Pengangkatan (Otsus) mengecam tegas tulisan pengguna akun Facebook berinisial NR," tegas Deni Yusuf Sawi kepada awak media di Kantor DPRK Kaimana, Senin (23/2/2026).
Denis Sawi menjelaskan tulisan dari NR belum tentu benar dan terkesan mengada-Ngada.
Baca juga: Gara-gara Unggahan di Facebook, ASN Kemenkes di Sorong Dapat Hukuman Penjara
Dia juga telah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Adat terkait hal tersebut.
"Saya menyampaikan ke Ketua Dewan Adat agar bisa secepatnya kita duduk bersama menyelesaikan hal ini, sebab bukan baru satu dua kali cerita serupa diposting di Sosial Media," ungkapnya.
Denis Sawi berharap ketika duduk bersama dilakukan cerita ini bisa diluruskan dan wajib hadirkan penulis dari postingan tersebut serta semua pihak-pihak terkait.
"Saya berharap Dewan Adat bisa menghadirkan penulis postingan, pihak-pihak terkait serta 8 Suku Asli Kaimana agar cerita ini bisa diluruskan, jangan sampai tulisan ini memicu terjadinya konflik ditengah-tengah masyarakat," harapnya.
Denis berharap Ketua Dewan Adat mampu menyelesaikan hal ini dengan baik, sehingga situasi bisa tetap kondusif baik di dunia sosial media maupun dunia nyata.
“Sekali lagi ini hanya isu, jangan sampai merusak tatanan hidup kita masyarakat adat yang ada di Kabupaten Kaimana," tegas Denis.