TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut kronologi upaya pencurian kabel listrik di kawasan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, berakhir tragis.
Gedung fakultas tersebut berlokasi di Desa Konda Satu, Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan.
Jaraknya sekira 14,3 kilometer atau 26 menit berkendara dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.
Seorang terduga pelaku dilaporkan terkapar akibat sengatan listrik bertegangan tinggi saat mencoba memotong kabel pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.
Insiden ini tidak hanya menggagalkan aksi kriminal tersebut, tetapi juga meninggalkan jejak darah yang berceceran di lokasi kejadian.
Kepala Kepolisian Sektor atau Kapolsek Konda, Iptu Ribka Diana Linsay Siwi, menjelaskan kronologi pencuri kabel tersengat listrik.
Kejadian bermula ketika pelaku beserta komplotannya menyasar instalasi listrik di area kampus.
Baca juga: Dikira Pencuri Ternyata Ular Piton 7 Meter di Plafon Rumah Warga Kemaraya Kendari Sulawesi Tenggara
Namun, perhitungan pelaku meleset saat alat potong yang digunakan memicu hubungan arus pendek.
Sengatan listrik seketika menghantam tubuh pelaku hingga ia terpental dan terjatuh.
"Akibat kontak keras tersebut, pelaku mengalami pendarahan serius yang meninggalkan jejak merah di sepanjang titik pelariannya," ujar Kapolsek Konda, Iptu Ribka, Senin (23/2/2026).
Melihat rekannya terluka parah dan tak berdaya, terduga pelaku lain yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan darurat.
Tanpa memedulikan peralatan pencurian yang masih tertinggal, mereka langsung mengevakuasi korban dan melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP).
Kepanikan komplotan ini terlihat dari sejumlah barang bukti berupa alat pemotong dan perlengkapan lainnya yang dibiarkan berserakan begitu saja sebelum akhirnya diamankan oleh personel Polsek Konda yang tiba di lokasi tak lama setelah menerima laporan warga.
Baca juga: Pria Meninggal Dunia Tersengat Listrik saat Curi Kabel di Morosi Konawe Sulawesi Tenggara
Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman intensif untuk mengungkap identitas para pelaku.
Fokus penyelidikan diarahkan pada penelusuran rekam jejak ceceran darah di TKP serta koordinasi dengan sejumlah fasilitas kesehatan maupun rumah sakit terdekat.
Polisi menduga pelaku yang terluka memerlukan penanganan medis segera akibat luka bakar atau pendarahan yang dialaminya.(*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)