TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026) malam, sorak-suara suporter Persis Solo tak lagi terdengar penuh harapan.
Laskar Sambernyawa kembali gagal meraih kemenangan di putaran kedua Super League 2025/2026, ditahan imbang PSBS Biak, salah satu tim papan bawah.
Sambil menatap papan skor yang tak berubah, fans yang selama ini setia menyemangati Kaesang Pangarep dkk mulai kehilangan kesabaran.
Baca juga: Minta Dukungan Suporter Persis Solo, Manajemen Minta Maaf karena Hasil Tak Kunjung Datang
Suasana stadion berubah menjadi ketegangan yang tak kasat mata, hingga gema “Milo Out” terdengar menggema, menuntut pelatih Milomir Seslija lengser dari kursi kepelatihan.
Di sisi lain, manajemen yang memahami kekecewaan para penggemar segera bergerak.
Tidak ada drama panjang, hanya keputusan tegas: Seslija harus membawa Persis Solo meraih sapu bersih kemenangan dalam dua laga ke depan atau menghadapi konsekuensi serius.
Rilis resmi klub menyebutkan target jelas bagi Seslija: enam poin dari dua laga berikutnya.
Pertama, Persis akan menjamu Persik Kediri di Manahan pada Minggu (1/3/2026).
Empat hari kemudian, Laskar Sambernyawa akan menantang Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Manajemen menegaskan dukungan penuh kepada pelatih, staf, dan seluruh pemain.
Evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan tim tetap berada di jalur bertahan Liga 1 musim depan. Klub juga meminta maaf kepada suporter atas performa tim belakangan dan memohon agar dukungan tetap mengalir hingga pekan terakhir.
“Pada momen ini, klub berharap semua elemen pecinta Persis untuk tetap mendampingi tim dan memberikan dukungan sampai detik-detik terakhir,” tulis rilis resmi klub.
Baca juga: Pelatih Persis Solo Milo Dalam Tekanan, Ditarget 6 Poin dalam 2 Laga Mendatang
Kisah Milomir Seslija dengan Persis Solo memang penuh liku.
Pelatih asal Bosnia & Herzegovina berusia 61 tahun ini sebelumnya sempat memimpin Persis dari Januari hingga September 2024.
Periode pertamanya diwarnai keberhasilan menyelamatkan tim dari degradasi Liga 1 2023/24 dan membawa Laskar Sambernyawa ke posisi tiga Piala Presiden 2024.
Namun musim berikutnya, mimpi manis berubah kelabu.
Baca juga: Persis Solo 300 Hari Tanpa Kemenangan di Laga Kandang, Milomir Seslija Ungkap Biang Kerok Timnya
Dalam tujuh laga pertama Liga 1 2024/25, Persis Solo hanya menang sekali dan kalah enam kali.
Akhirnya, Seslija dipecat, dan klub menunjuk pelatih baru yang juga tak mampu bertahan lama.
Kini, setahun kemudian, dia kembali menghadapi tim yang lebih terpuruk, tiga strip di bawah zona aman.
Coach Milo menegaskan bahwa fokus utama adalah disiplin dan perbaikan cepat.
“Mereka harus mendengar, memperbaiki kesalahan, dan belajar dengan cepat. Tidak ada yang bisa lambat. Setiap tujuh hari ada pertandingan dan perjalanan, tidak ada waktu untuk menunda,” ujarnya dalam laman resmi klub.
Manajemen Persis Solo memang tidak tinggal diam.
Putaran kedua diisi dengan belasan pemain baru direkrut untuk menyelamatkan tim dari degradasi.
Sayangnya, hasilnya belum maksimal. Hanya tiga hasil imbang yang berhasil dicatat, termasuk laga terakhir melawan PSBS Biak.
Laskar Sambernyawa kini menghadapi situasi genting
Setiap pertandingan menjadi penentu nasib tim di papan bawah, dan tekanan semakin berat karena fans menuntut kemenangan segera.
Di tengah ketegangan ini, suporter tetap menjadi nadi Persis Solo.
Mereka kecewa, tapi sebagian besar masih berharap tim bisa bangkit.
Seruan protes pun tidak berarti akhir dukungan; manajemen berharap loyalitas penggemar menjadi sumber motivasi bagi seluruh pemain.
“Manajemen memahami kekecewaan dari seluruh elemen pecinta Persis, tapi hingga pekan terakhir, semua pihak di klub akan terus berjuang. Tanpa henti,” demikian rilis resmi klub.
(*)